Menangani Cara Mengemudi yang Berbahaya ?

Berikut ini adalah skenario yang melibatkan seorang ayah dengan putranya yang berusia tujuh belas tahun yang sudah beberapa kali mengalami kecelakaan mobil ringan.

Ayah : Chris, ini ketiga kalinya kau membuat mobilku penyok.

Chris : Aku tahu, tetapi itu sama sekali bukan salahku. Pria itu yang menginjak rem dan berhenti begitu cepatnya sehingga aku tidak bisa berhenti pada waktunya.

Ayah : Kewajibanmulah untuk menjaga jarak cukup jauh dari mobil di depanmu sehingga kau bisa berhenti tepat pada waktunya. Ayah tahu kau sudah mempelajari itu saat belajar mengemudi dan Ayah juga sudah pernah mengatakannya. Apakah kau mengemudi terlalu cepat ? Apakah kau terlalu dekat dengan mobil di depan ?

Chris : Ayolah, Ayah terlalu membesar besarkan masalah ini.

Ayah : Ini masalah besar. Orang orang bisa terluka. Kau beruntung. dan kau sedang menghindari pertanyaan.

Chris : Aku tidak mengemudi terlalu cepat. Aku hanya sedikit terlambat pergi ke sekolah. Lain kali aku akan lebih hati hati.

Ayah : Itu yang kau katakan kepada Ayah terakhir kali kau menubruk. Ayah tidak yakin kau boleh mengendarai mobil lagi.

Chris: Tidak bisa ! Bagaimana aku bisa pergi ke sekolah dan latihan hoki ? Aku akan menjadi satu satunya di antara teman temanku yang tidak bisa mengemudi !

Ayah : Ayah hanya tidak yakin akan ada perubahan. Kau selalu terburu buru.

Chris : Apa yang Ayah ingin agar kulakukan ? Aku sudah bilang bahwa aku menyesal.

Ayah : Baiklah, jika kau benar benar ingin tetap memiliki izin mengemudimu, kau bisa menelepon kepolisian dan mendaftar kursus mengemudi defensif yang mereka tawarkan.

Chris : Itu benar benar konyol. Ayah tahu betapa sibuk jadwalku.

Ayah : Itu satu satunya jalan kau boleh terus mengemudi. Percaya kepada Ayah, cara ini lebih baik daripada pengadilan. Melihat kecepatanmu mengemudi, hanya masalah waktu sebelum sesuatu yang serius terjadi.

Chris: Ini begitu menyebalkan, Yah. Bagaimana jika aku berjanji bahwa aku akan ekstra hati hati mulai sekarang ?

Ayah: Tidak, ikut kursus atau tidak sama sekali. Pikirkan itu dan berikan jawaban kepada Ayah, tetapi sampai Ayah mendengar keputusanmu, kau tidak boleh membawa mobil.

Chris: Itu tidak adil. Ayah memaksa aku untuk mengikuti kursus konyol itu.

Ayah: Tidak, Ayah hanya memberitahukan kepadamu, apa yang harus kau lakukan jika kau ingin terus mendapat izin mengemudi. Semua terserah kau.

Chris: Oke, aku akan menelepon kursus konyol itu !

Ayah dalam percakapan di atas bersikap tegas dan masuk akal. Mempertimbangkan bahwa telah terjadi beberapa kali kecelakaan, Ia bersikap lalai jika menganggap kejadian itu sebagai nasib buruk.

Si Ayah telah menetapkan batasan yang bisa dipertahankan yang menjelaskan persyaratan untuk mengemudi di masa datang.

Si anak, sadar bahwa ayahnya serius, menyetujui persyaratan yang ditetapkan ayahnya.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s