Mengabaikan Larangan ?

Orang tua Tom telah berulang kali memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak boleh pergi ke kolam renang di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Karena ia pernah beberapa kali terlibat perkelahian di sana, manajer kolam renang mencabut fasilitasnya selama dua minggu. Walaupun demikian, orang tuanya menerima telepon yang memberi tahu mereka bahwa Tom terlihat mondar mandir di lokasi itu bersama beberapa anak yang agaknya adalah teman temannya.

Ketika orang tuanya menegur. Tom pada mulanya ia menyangkal dan menuduh penjaga kolam renang berbohong. Orang tuanya tidak mau berdebat dengannya. Mereka sadar Tom sedang berbohong dan hanya bertanya mengapa ia melanggar peraturan yang telah mereka tetapkan.

Pada mulanya, Tom bersikap defensif dan marah, ngotot bahwa larangan itu tidak adil. Ayahnya menekankan bahwa masalahnya bukanlah apakah ia patut atau tidak dilarang mendekati kolam renang, tetapi bahwa ia telah mengabaikan larangan itu.

Tom sedikit tenang dan akhirnya mengatakan bahwa ia tidak punya teman lain yang dapat ia ajak bergaul dan ia tidak ingin sendirian. Ayahnya memberitahunya bahwa sekarang ia bisa mengerti, mengapa Tom berbuat demikian, tetapi masih merasa bahwa ia harus dipersalahkan.

Karena sebelumnya mereka tidak mendiskusikan konsekuensi apa yang harus diberlakukan jika melanggar peraturan, ayah Tom menanyakan apa yang Tom pikir harus mereka lakukan.

Yang membuat heran orang tuanya Tom menyarankan agar ia pergi ke kolam renang bersama orang tuanya dan minta maaf kepada manajer kolam renang. Lalu ia akan bertanya kepada si manajer apakah ada yang bisa ia lakukan sebagai ganti rugi.

Orang tuanya berpikir ini masuk akal, lalu setuju. Ternyata si manajer menugaskan Tom suatu proyek bersih bersih di kolam renang sebagai ganti rugi. Tom juga minta maaf pada orang tuanya karena telah melanggar peraturan dan tampak bersungguh sungguh.

Pada saat ini, orang tuanya merasa bahwa masalah itu telah ditangani dengan memuaskan dan memutuskan untuk tidak mengenakan hukuman lebih lanjut. Namun demikian, seandainya Tom menolak mendiskusikan masalah itu atau bertanggung jawab atas perbuatannya, maka orang tuanya harus menentukan kosekuensi yang pantas ia terima dengan mempertimbangkan tidak adanya kerja sama dalam insiden kolam renang itu.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s