Sistem Pilkada ?

Tingginya frekuensi kerusuhan dan lamanya periode kerusuhan berlangsung paska pilkada karena adanya pihak pihak yang merasa dirugikan mengindikasikan ada yang salah dalam sistem pemilihan kita.

Besarnya daya rusak yang ditimbulkan baik moril maupun material berupa rusaknya fasilitas umum, terbuangnya waktu produktif, jatuhnya korban jiwa hingga potensi retaknya persatuan dikalangan anak bangsa menjadikan sistem pemilihan yang sekarang tidak layak untuk diteruskan.

Belum lagi praktek jual beli suara, pencitraan palsu melalui bombardir iklan, maraknya demonstrasi bayaran dsb. semakin mengaburkan tujuan berdemokrasi itu sendiri.

Kiranya mekanisme pemilihan harus diperbaiki dimana calon kepala daerah tidak lagi diusulkan oleh partai pendukung, melainkan sebagai hasil seleksi dari pemimpin pemimpin berprestasi di level kepemimpinan yang lebih rendah, sehingga pemilihan tidak lagi bersifat opportunistik dan politik balas budi sama sekali dapat dihindari.

Misal, Pemilihan Bupati / Walikota berasal dari seleksi atas camat camat berprestasi di Kabupaten atau Kotamadya terkait, begitu pula ke atas dan seterusnya, sehingga nantinya pemilihan presiden berasal dari penyeleksian gubernur gubernur berprestasi.

Secara sistemik akan terjadi pengerucutan kepemimpinan yang matang dan teruji dalam hal kompetensi, penguasaan wilayah kerja, kematangan emosional maupun prestasi. Dengan demikian wakil wakil rakyat benar benar hanya fokus membangun karirnya di bidang legislatif sedang para birokrat membangun karirnya di jalur birokrasi, demikian pula para pengusaha hanya fokus membangun karirnya di bidang usaha dsb., sehingga budaya loncat pagar oleh para petualang politik, penyalahgunaan informasi mirip insider trading, dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Tapi apa Indonesia mau ya ?

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s