Rasa Percaya Diri ? #2

Rita dibesarkan untuk merasa dicintai dan dihargai apa adanya dirinya.

Orang tuanya menetapkan batasan batasan yang pantas untuknya, namun menganggap serius permintaannya. Mereka menyadari kelebihan kelebihan putrinya itu dan mendorongnya untuk memperbaiki kekurangan kekurangannya.

Rasa percaya dirinya bahwa orang tuanya mendukung dirinya bermanfaat bagi Rita pada masa masa remajanya. Ia merasa yakin pada dirinya dan dapat menerima kekurangan orang lain dan sedang dalam proses menjadi orang dewasa yang produktif dan dewasa.

Para remaja seperti Rita tentu saja tidak sempurna. Namun, di dalam hatinya mereka yakin bahwa mereka “cukup baik”. Perasaan ini sangat penting bagi rasa percaya diri yang positif. Itu adalah salah satu hasil dari peran orang tua yang baik: menyaksikan anak anak Anda menerima diri mereka sebagaimana adanya.

Kisah Rita ini mengilustrasikan besarnya kepuasan diri yang masuk akal dipadukan dengan usaha usaha untuk memperbaiki diri. Harapan orang tuanya realistis dan mereka memberikan dukungan yang kuat.

Ini membuat Rita merasa bahwa ia sedang melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan. Dan memang itu tepatnya yang harus Anda minta dari anak anak remaja Anda: agar mereka berusaha semaksimal mungkin.

Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.

Ingin percaya diri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

2 pemikiran pada “Rasa Percaya Diri ? #2

  1. bagaimana jika kurang percaya diri dan takut terjadi pada anak usia 6 th sekolah TK, tiap hari selalu ditunggu dikelas dan susah untuk mengikuti kegiatan di sekolahnya.

    • Rasa kurang percaya diri dan takut pada anak usia 6 tahun (sekolah) TK, adalah sesuatu yang wajar, mengingat ybs. sedang belajar bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas dan baru.

      Yang perlu diwaspadai justru cara orang tua ataupun guru bereaksi terhadap perilaku tersebut apakah memberikan solusi bagi ybs. ataukah justru menjadi sumber stres baru bagi ybs.

      Untuk ini, pastikan proses sosialisasinya dilakukan secara bertahap dan diinginkan oleh ybs. Misal : Kenalkan dirinya pada teman2 kecil lainnya yang pemberani. Minta tolong agar ybs. diajak bermain. Tawarkan apakah dia ingin bermain dengan si A ataukah si B dll. Lalu kondisikan agar dirinya selalu merasa “berguna” bagi teman lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s