Bullying ?

Kurang dari 0,1 persen sekolah di Jakarta mengakui terjadinya bullying di lingkungan sekolahnya. Demikian menurut Diena Haryana, Ketua Yayasan Semai Jiwa Amini dalam seminar mengenai bullying di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2009.

Fakta menunjukkan, terdapat sekitar 30 kasus bunuh diri di kalangan anak dan remaja usia 6 sampai 15 tahun di Indonesia antara tahun 2002-2005. Kenekatan anak anak tersebut disebabkan karena ejekan, cemoohan dan olok olok teman.

Seminar 4 hari yang berlangsung di Jakarta, 25-29 Januari 2009 yang merupakan bagian dari pelatihan dan peluncuran program kampanye global “Learn Without Fear” dimaksudkan untuk mencari “cara” memutuskan rantai kekerasan yang terjadi di sekolah dan lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut mengkampanyekan “Stop Bullying, Sekolahku menyenangkan” melalui kegiatan seni siswa SMP dan SMA. Kegiatan tsb. didukung oleh organisasi non-pemerintah Plan Indonesia yang bekerja untuk peningkatan kesejahteraan anak, keluarga dan masyarakat bekerja sama dengan Yayasan Semai Jiwa Amini.

Menurut Nono Sumarsono dari Plan Indonesia, kegiatan serupa dilakukan serentak bersama enam negara di Asia sebagai cara efektif untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap permasalahan penting yang mereka hadapi, sekaligus membantu mereka menganalisis dan meningkatkan rasa percaya diri dalam mengekspresikan masalah.

Sumber : Kompas, Rabu 29 Januari 2009, Hal 12.

Ingin jadi pemberani? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/