Berpusat Pada Pribadi – Carl Rogers

Pendekatan fenomenologi dari Rogers, konsisten menekankan pandangan bahwa tingkah laku manusia hanya dapat difahami dari bagaimana dia memandang realita secara subyektif (subjective experience of reality).

Pendekatan ini juga berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri, bahwa hakekat yang terdalam dari manusia adalah sifatnya yang bertujuan, dapat dipercaya dan mengejar kesempurnaan diri (purposive, trusthworthy, self perfecting).

Rogers sangat kuat memegangi asumsinya, bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, subyektif, proaktif, heterostatis dan sukar difahami. Karena itu unsur unsur konstitusi kurang mendapat perhatian.

Carl Rogers terkenal berkat metoda terapi yang dikembangkannya, yakni tak mengarahkan (nondirective) atau terapi berpusat pada klien (client centered therapy). Tehniknya tersebar luas dikalangan konselor pendidikan, konselor bimbingan dan pekerja sosial.

Rogers adalah orang pertama yang melibatkan peneliti ke dalam sesi terapi (memakai tape recorder) yang pada tahun 1940 an membuka sesi klien untuk dicermati orang lain masih tabu. Dengan cara itu orang mulai belajar mengenai hakekat psikoterapi dan proses beroperasinya.

Pendekatan humanistik sangat menghargai individu sebagai organisme yang potensial. Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang mencapai aktualisasi diri.

Sumber : Alwisol, Psikologi Kepribadian.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s