Kebiasaan dan Pertengkaran ?

Setelah berkeluarga, sering secara otomatis terbentuk kebiasaan baru seperti menolong membuatkan teh, menyiapkan pakaian, membantu memasangkan regulator tabung gas, menyiapkan mobil, sholat berjama’ah dsb. sebagai bentuk apresiasi kepada pasangan.

Namun saat bertengkar, apakah Anda akan menghentikan sementara kebiasaan rutin tersebut, sebagai bentuk protes agar pasangan tau bahwa kita sedang marah ? Dan apakah tindakan tersebut mampu mengubah pendirian pasangan Anda, atau malah sebaliknya menjadi makin resisten ?

Jika ya, mengapa Anda tidak membiarkan kebiasaan “bersama” tersebut berjalan seperti biasa karena kebiasaan tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan apapun yang sedang Anda pertengkarkan. Justru kebiasaan bersama tersebut dapat menjadi mediator yang ampuh dalam merukunkan kembali Anda berdua.

Mengapa demikian ? Karena kebiasaan “bersama” tersebut dibangun dari rasa saling menghargai dan penerimaan yang tulus pada apapun kelebihan dan kekurangan pasangan kita, sehingga saat kita kembali mengulangi rutinitas tersebut secara otomatis perasaan saling percaya dan menghormati kembali terpanggil.

Kemudian manfaatkan momentum positif tersebut untuk meminta waktu membicarakan masalah pada waktu dan situasi yang tepat (baca : buat janji diskusi). Hindari membicarakan substansi masalah sebelum hari dan jam diskusi disepakati.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s