Insomnia vs. Kualitas Tidur yang Buruk ?

09/09/2009

Kualitas tidur yang buruk dapat terjadi sebagai akibat dari apnea tidur atau depresi klinis.

Kualitas tidur yang buruk dapat disebabkan oleh individu yang tidak dapat mencapai tahap tidur 4 atau tahap tidur delta yang memiliki properti restoratif. Namun ada, orang-orang yang tidak mampu mencapai tahap tidur 4 karena kerusakan otak namun menjalani kehidupan normal.

Sleep apnea adalah suatu kondisi gangguan nafas yang terjadi saat seseorang tidur, sehingga mengganggu siklus tidur normal. Adanya bentuk obstruktif dari kondisi, beberapa bagian dari saluran pernapasan tidur yang kehilangan otot dan sebagian runtuh.

Orang dengan apnea tidur obstruktif sering tidak ingat saat terbangun atau mengalami kesulitan bernapas, tapi mereka mengeluh ngantuk berlebihan di siang hari. Apnea tidur pusat mengganggu rangsangan pernapasan normal dari sistem saraf pusat, dan individu harus benar-benar bangun untuk melanjutkan bernapas. Bentuk apnea ini sering berkaitan dengan kondisi pembuluh darah otak, gagal jantung kongestif, dan penuaan dini.

Depresi mayor menyebabkan perubahan dalam fungsi hipotalamus-hipofisis-adrenal aksis, menyebabkan pelepasan kortisol yang berlebihan yang dapat menyebabkan kualitas tidur buruk.

Nokturnal poliuria, berlebihan buang air kecil malam hari, dapat sangat mengganggu tidur. [16]

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Insomnia

Ingin bebas insomnia ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/susah-tidur/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s