Pengobatan untuk Insomnia ?

Dalam banyak kasus, insomnia disebabkan oleh penyakit lain, efek samping dari obat atau masalah psikologis.

Hal ini penting untuk mengidentifikasi atau aturan medis dan psikologis sebelum memutuskan pengobatan insomnia. [17]. Perhatian untuk kebiasaan tidur yang baik merupakan strategi pengobatan lini pertama yang penting dan harus dilakukan sebelum pendekatan farmakologi dipertimbangkan. [18]

Strategi Non-farmakologi

Strategi non-farmakologis untuk insomnia lebih unggul dari obat hipnosis karena obat menyebabkan toleransi pada efek hipnosis maupun ketergantungan yang timbul akibat efek penarikan kembali selama penghentian obat. Oleh karena itu, obat Hypnotic hanya direkomendasikan untuk penggunaan jangka pendek.

Namun strategi non farmakologi, untuk insomnia, memerlukan perbaikan yang berlangsung lama (catatan : kini tidak lagi) dan direkomendasikan sebagai langkah pertama dan merupakan strategi jangka panjang untuk mengelola insomnia. Strategi meliputi perhatian terhadap kebiasaan tidur yang baik, pengendalian stimulus, intervensi perilaku, terapi pembatasan tidur, pendidikan sabar dan terapi relaksasi. [19]

Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa terapi perilaku kognitif lebih efektif daripada obat hipnosis dalam mengontrol insomnia. [Rujukan?] Dalam terapi ini, pemikiran pasien mengenai kebiasaan tidur dikembangkan dan membuang asumsi yang kontra produktif tentang tidur. Obat hypnotic sama efektif dengan pengobatan insomnia jangka pendek tapi dampaknya melemah seiring dengan waktu karena toleransi.

Dalam penanganan Insomnia, efek dari terapi perilaku kognitif memiliki efek berkelanjutan dan menetap, lama setelah terapi ini dihentikan. [20] [21] Penambahan obat-obatan hipnotik dengan menambahkan CBT tidak bermanfaat dalam insomnia.

Manfaat yang tahan lama dari suatu program CBT menunjukkan keunggulan atas obat hipnotik farmakologis. Bahkan dalam jangka pendek bila dibandingkan dengan obat hipnotis jangka pendek seperti zolpidem (Ambien), CBT masih menunjukkan keunggulan yang signifikan. Demikian CBT direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk insomnia. [22]

Pengobatan

Banyak penderita insomnia bergantung pada obat tidur dan obat penenang untuk beristirahat. Semua obat penenang memiliki potensi menyebabkan ketergantungan psikologis di mana individu secara psikologis tidak bisa menerima bahwa mereka dapat tidur[rujukan?]..

Obat penenang kelas-kelas tertentu seperti benzodiazepin dan obat-obatan nonbenzodiazepine yang lebih baru juga dapat menyebabkan ketergantungan fisik yang mewujud di dalam gejala penarikan diri jika obat tidak dititrasi turun secara hati-hati. Obat hipnosis benzodiazepine dan nonbenzodiazepine juga memiliki sejumlah efek samping seperti kelelahan siang hari, kecelakaan motor, melemahkan pikiran, jatuh pingsan dan patah tulang. Orang tua lebih sensitif terhadap efek samping ini. [23]

Dalam membandingkan pilihan, sebuah tinjauan sistematik menemukan bahwa benzodiazepin dan nonbenzodiazepines memiliki khasiat serupa yang tidak secara signifikan lebih daripada antidepresan. [24] Benzodiazepines tidak mempunyai kecenderungan yang lebih signifikan untuk reaksi obat yang merugikan. [24]

Sebuah kajian literatur lebih lanjut mengenai hipnosis benzodiazepine serta nonbenzodiazepines menyimpulkan bahwa obat ini menimbulkan risiko yang tidak jelas ke individu dan ke kesehatan masyarakat serta lemahnya bukti efektivitas jangka panjang. Risikonya meliputi ketergantungan, kecelakaan dan efek samping.

Penghentian bertahap penggunaan hypnotics dalam jangka panjang menimbulkan perbaikan kesehatan tanpa memburuknya tidur. Disarankan Hypnotics harus diresepkan untuk hanya beberapa hari pada dosis efektif terendah dan pada orang tua sedapat mungkin dihindari sama sekali. [26]

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Insomnia

Ingin bebas insomnia ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian-susah-tidur/

Iklan

3 thoughts on “Pengobatan untuk Insomnia ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s