Pemberantasan Korupsi ?

05/04/2010

  

Ada banyak teori mencoba menganalisa penyebab korupsi dan solusinya.

Jika kasus Gayus nantinya terbukti, dugaan awal akibat gaji kecil ternyata tidak membuat institusi pajak terbebas dari praktek korupsi, sekalipun sudah dilakukan perbaikan renumerasi yang dapat membuat iri sesama pegawai negeri lainnya.  

Demikian  pula dengan ancaman hukuman, meski sudah cukup banyak penyelenggara negara yang dipecat bahkan ditangkap dan dipenjara karena kasus suap, ternyata tetap tidak memberi efek jera dan ironisnya banyaknya pihak yang diduga terlibat, mengindikasikan korupsi dilakukan secara berjamaah dan sistemik.

Selain dugaan adanya kegagalan dalam sistem pengelolaan negara, mulai dari pola perekrutan, pengembangan karir, renumerasi, pengawasan dsb., secara individual patut diduga adanya gangguan jiwa sang pelaku yang dikemudian hari menemukan zona nyamannya melalui tindakan korupsi.

Dengan demikian perilaku korup hanyalah “akibat” dari serangkaian kegagalan pengendalian proses paling dini mulai dari pola asuh yang keliru, pendidikan yang terlalu berorientasi pada tujuan sehingga masyarakat “tidak siap” dalam menghadapi perubahan zaman yang dipenuhi semangat hedonisme dan konsumerisme dsb.

Ibarat saat indikator bensin kendaraan menunjukkan di level “low”, apakah Anda akan memukul mukul indikatornya agar naik, atau segera membawanya ke pom bensin (baca : mengatasi akar masalahnya).

Mengapa tidak kita mulai saja dari pendidikan “kecerdasan emosional” atau “manajemen diri” ?

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s