Sedih Tidak Berarti Depresi ?

Kita semua kadang-kadang merasa sedih. Kesedihan adalah emosi normal yang dapat membuat hidup kita lebih menarik. Banyak seni dan puisi terinspirasi oleh kesedihan dan suasana melankolis.

Kesedihan hampir selalu menyertai suatu kehilangan. Ketika mengucapkan selamat tinggal pada orang yang kita cintai, kita biasanya merasa sedih. Kesedihan ini bahkan semakin dalam jika hubungan dengan orang dekat telah berakhir atau orang yang kita cintai meninggal.

Kesedihan juga membantu kita menghargai arti kebahagiaan. Ketika suasana hati kita berubah dari sedih menuju kebahagiaan, arti kontras menambahkan nikmat suasana.

Berikut beberapa cara untuk mengalami kesedihan normal yang sehat dan mengijinkan emosi ini memperkaya hidup Anda:

  • Biarkan diri Anda menjadi sedih. Mengingkari perasaan-perasaan seperti itu dapat membuat mereka semakin terpuruk, di mana seiring dengan waktu, mereka dapat melakukan lebih banyak kerusakan. Menangislah jika Anda ingin menangis. Perhatikan apakah Anda merasa lega setelah selesai menangis.
  • Jika Anda sedang merasa sedih, rencanakan  hari bersedih. Rencanakan sehari atau semalam hanya untuk sendirian, mendengarkan musik melankolis, dan untuk mengamati pikiran dan perasaan Anda. Merencanakan waktu tidak bahagia dapat benar-benar membuat merasa nyaman. Ini dapat membantu Anda berpindah ke suasana hati yang lebih bahagia.
  • Pikirkan tentang konteks rasa sedih. Apakah hal tersebut berkaitan dengan kerugian atau peristiwa bahagia ? Ini biasanya tidak sesederhana menemukan penyebab “kesedihan”, tapi setidaknya untuk memahami faktor-faktor yang terkait.
  • Kesedihan dapat timbul dari perubahan yang tidak Anda harapkan, atau itu dapat merupakan tanda perlunya perubahan dalam hidup Anda. Perubahan biasanya menegangkan, tetapi itu perlu untuk pertumbuhan.
  • Tahu kapan kesedihan berubah jadi depresi. Mintalah bantuan jika hal ini terjadi, bukan malah terjebak di dalamnya.

Cari bantuan jika Anda mengalami lebih dari dua gejala depresi berikut :

  • Rasa sedih, cemas, atau “kosong” yang menetap
  • Merasa putus asa atau pesimis
  • Merasa bersalah, tidak berharga dan tidak berdaya
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam hobi serta kegiatan yang dulu sangat dinikmati, termasuk seks
  • Penurunan energi, kelelahan, semakin “lelet”
  • Sulit berkonsentrasi, mengingat atau lambat membuat keputusan
  • Insomnia, bangun pagi-pagi, atau tidur berlebihan
  • Nafsu makan menurun / turun berat badan atau makan berlebihan / berat badan bertambah
  • Ingin mati atau bunuh diri; atau mencoba bunuh diri
  • Gelisah dan lekas marah
  • Tidak mempan diobati seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan rasa sakit kronis.

Sumber : http://mentalhealth.about.com/cs/depression/a/depressad.htm

Ingin bahagia ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

2 thoughts on “Sedih Tidak Berarti Depresi ?”

  1. Selamat pagi Drs.nm saya. salma. Umur 25 th .sy mau Konsul .Kenapa saya slalu tidak bisa tidur tenang . Semenjak putus dari mantan pacar dan tidak bisa hilang dari bayangan mata dan fikiran hti saya. Slalu mengganggu aktifitas yg sy kerjakan. Sya minta tolong bagaimn caranya agar saya lepas dari penderitaan itu semua. Trimkasih dok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s