Pengalaman Primer ?

Merujuk pada taksonomi Bloom, perilaku seseorang merupakan kombinasi dari tiga aspek yaitu ranah afektif (aspek emosi), ranah psikomotor (aspek keterampilan motorik) dan ranah kognitif (aspek intelektual).

Diawal pertumbuhan, komposisi ranah afektif mengambil porsi paling besar dibanding lainnya dan pada tahap akhir, ranah kognitif-lah yang mengambil komposisi peran dominan.

Itu sebabnya, pengetahuan orang tua tentang apa itu kecerdasan emosional, tentang bagaimana mempersiapkan kesehatan emosi dan memiliki keterampilan berkomunikasi dengan balita menjadi penting.

Mengapa demikian ?

Seseorang pada setiap pengambilan keputusan ataupun melakukan tindakan, hampir selalu menggunakan pengalaman pribadi sebelumnya sebagai rujukan.

Akibatnya pengalaman primer seseorang, yaitu pengalaman pada saat dirinya masih bayi atau pada saat pertama kali mulai berinteraksi dengan lingkungan menjadi sangat menentukan.

Contoh : pada tata laksana Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang memberikan pengalaman emosional yang menyenangkan pada seorang bayi tentang pada setiap perjuangan (menemukan puting ibunda) selalu berakhir pada rasa puas.

Demikian pula rasa nyaman seorang bayi saat mulai pertama kali belajar mengontrol alat pembuangannya, dikemudian hari memberikan perasaan “terkendali”.

Atau saat seorang bayi dapat menerima kelahiran adiknya sebagai peristiwa yang menyenangkan, mengajarkan pada dirinya tentang kerjasama dan kesediaan berkompromi dsb.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s