Puasa ?

11/08/2010

“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah : 183).

Dari komposisi ayat di atas, terlihat jelas bahwa tujuan puasa adalah taqwa dan fungsi puasa hanyalah alat atau sarana seseorang untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan demikian, kalau setelah puasa usai, seseorang masih kembali pada kebiasaan lama seperti korupsi, memfitnah, tawuran, malas kerja, kecanduan video porno, selingkuh, rakus, dsb. berarti “cara” berpuasanya patut ditinjau ulang.

Salah satu cara paling mudah, agar tujuan puasa dapat tercapai adalah dengan mempuasakan seluruh panca indra kita mulai dari indra penglihatan, indra pendengaran, indra penciuman, indra peraba, indra pengecap dari hal hal yang membatalkan baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Lalu hubungkan puasa dengan makna pembersihan (bukan padusan tapi sambil cuci mata he he he……) seperti pertobatan, mohon pengampunan, mohon maaf, memaafkan orang lain ataupun diri sendiri.

Kemudian ubah diri jadi semakin berguna bagi diri sendiri seperti semakin ahli, semakin profesional, semakin  kaya, semakin banyak teman dan semakin berguna bagi orang lain seperti bersedekah, menawarkan bantuan, memberi pertolongan, menyantuni anak yatim, mediator konflik, menjadi orang tua asuh dsb.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s