Salah Faham ?

11/08/2010

Agar langgeng, pernikahan harus difahami sebagai menemukan belahan jiwa.

Kekurangan yang ada dalam diri kita akan digenapkan oleh pasangan kita dan sebaliknya kelebihan yang kita miliki, dipersembahkan pada pasangan kita.

Namun jangan pernah berharap pasangan akan selalu mengetahui persis keinginan kita, apalagi mewujudkannya, karena setiap orang memiliki pertimbangannya sendiri sesuai dengan jati-dirinya yang unik. Yang dapat kita lakukan hanyalah mengkomunikasikannya.

Perbedaan latar belakang keluarga, pola asuh, minat, harapan, kebiasaan pribadi, berpotensi menimbulkan bias persepsi dan tindakan yang terbalik balik dalam seseorang memahami pasangannya, akibatnya sering terjadi maksud hati menyenangkan pasangan, namun yang terjadi justru kebalikannya.

Sekalipun hasil belum sesuai dengan harapan Anda, biarkan ia terus menerus menerima, menterjemahkan, memikirkan, mewujudkan  “pesan” Anda dan jika perlu ulangi serta ubah cara penyampaian Anda, sampai sesuai.

Yang penting, biarkan keinginan mewujudkan hasil datang dari dalam dirinya sendiri, karena tugas Anda hanyalah “menyempurnakan” pesan.

Atau mengapa bukan kita sendiri yang mewujudkannya ?

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s