Kewaspadaan dan Kilatan Cahaya ? #2

28/10/2010

Penelitian silang secara acak yang melibatkan tujuh orang, dilakukan uji dua kali, dengan sesi yang terpisah lebih dari dua minggu.

Dalam setiap kondisi pengujian, untuk administrasi stimulus, mereka terbangun dua jam setelah tidur khas mereka. Pertama, mereka terpapar kegelapan selama satu jam, dan kemudian mereka terkena total 120 milidetik pulsa cahaya terang selama jam kegelapan. Kewaspadaan diukur segera, sebelum dan pada 60-menit akhir stimulus.

Menurut the American Academy of Sleep Medicine, siklus terang-gelap matahari adalah waktu isyarat lingkungan utama untuk sinkronisasi sistem sirkadian selama sehari-24 jam.

Cahaya buatan yang diserap oleh fotoreseptor visual juga dapat mempengaruhi waktu sirkadian dengan memicu tekanan pada melatonin, hormon yang bertindak sebagai “sinyal kegelapan.”

Parameter praktis AASM menunjukkan bahwa paparan cahaya di lingkungan kerja dapat mengurangi kantuk dan meningkatkan kewaspadaan selama bekerja shift malam. Namun, terapi cahaya terang biasanya melibatkan paparan cahaya hingga 10.000 lux, untuk periode selama 20 menit atau lebih.

Penelitian ini didukung oleh the Air Force Office of Scientific Research, the US Department of Veterans Affairs and Stanford University.

Sumber : http://sciencedaily.com/releases/100607065557.htm

Ingin bebas insomnia ? Klik >  http://servoclinic.com/kesaksian/susah-tidur/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s