Kurang Tidur dan Penuaan ? #2

09/11/2010

Pengurangan waktu tidur adalah respon yang sangat umum dari tekanan-tekanan pada masyarakat industri modern. Tidur malam rata-rata menurun dari sekitar sembilan jam pada tahun 1910 menjadi sekitar 7,5 jam pada tahun 1975, sebuah tren yang terus berlanjut. Jutaan pekerja shift, tidur rata-rata kurang dari lima jam per hari kerja.Penelitian sebelumnya, bagaimanapun, hanya mengukur konsekuensi kognitif dari kurang tidur.

Van Cauter dan rekan, Karine Spiegel dan Rachel Leproult memilih untuk berfokus pada efek fisiologis dari kurang tidur, bagaimana kurang tidur mengubah fungsi tubuh dasar seperti mengatur kadar gula darah, menyimpan energi dari makanan dan produksi dari berbagai hormon.

Mereka mengamati 11 pria muda yang sehat selama 16 malam berturut-turut. Tiga malam pertama subjek diijinkan untuk tidur selama delapan jam, 23:00-7:00. Enam malam berikutnya mereka tidur empat jam, 1:00-5:00. Tujuh malam berikutnya mereka menghabiskan 12 jam di tempat tidur, dari 9 pagi sampai 21:00. Semua subjek menerima diet yang sama.

Para peneliti terus mengamati kondisi terjaga dan detak jantung setiap relawan. Mereka melakukan studi tentang dua malam terakhir-tidur delapan jam, dua malam terakhir-tidur empat jam, dan dua malam yang pertama dan terakhir-tidur 12 jam. Mereka melakukan tes toleransi glukosa pada hari kelima kurang tidur dan hari kelima pemulihan tidur dan memantau kadar glukosa dan hormon setiap 30 menit pada hari keenam dari kekurangan dan pemulihan tidur.

Mereka menemukan perubahan yang mendalam dari metabolisme glukosa, dalam beberapa situasi mirip pasien dengan diabetes tipe-2, selama kurang tidur. Saat diuji selama utang tidur mereka, subyek memerlukan 40 persen lebih lama dari biasanya untuk mengatur kadar gula darah mereka setelah memakan makanan karbohidrat tinggi. Kemampuan mereka untuk mengeluarkan insulin dan untuk merespon insulin, turun sekitar 30 persen. Penurunan serupa pada respons insulin akut merupakan penanda awal diabetes.

Perbedaan itu ditandai terutama saat diuji di pagi hari. “Dalam kondisi utang tidur, subjek ramping muda kami akan menanggapi tes toleransi glukosa pagi dengan cara yang konsisten dengan kriteria diagnostik saat toleransi glukosa terganggu,” penulis mencatat. Gangguan toleransi glukosa merupakan gejala awal diabetes.

Sumber : http://sciencedaily.com/releases/991025075844.htm

Ingin bebas insomnia ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/susah-tidur/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s