Apakah Homoseksual sebuah Takdir ?

16/08/2014

DSM IV dan PPDGJ-III telah menyebutkan bahwa homoseksualitas tidak termasuk dalam klasifikasi gangguan atau masalah kejiwaan.

Jika klasifikasi tersebut benar, apakah berarti seseorang yang berorientasi heteroseksual termasuk dalam klasifikasi mengalami masalah kejiwaan ?

Ataukah DSM IV dan PPDGJ-III ingin mengatakan bahwa homoseksual merupakan kehendak Tuhan (takdir) sehingga tidak termasuk ke dalam klasifikasi gangguan atau masalah kejiwaan ?

Padahal berdasarkan pengalaman memberikan terapi masalah homoseksual, pernyataan DSM IV atau PPDGJ-III, hanya benar jika orientasi homoseksual seseorang telah sinkron dengan ego sintoniknya (baca : homoseksual telah diputuskan sebagai pilihan orientasi seksualnya).

Sebaliknya jika orientasi homoseksual seseorang bertentangan dengan ego sintoniknya (baca : masih dalam pergulatan menemukan jati-dirinya), maka ybs. masih tetap dapat kembali menjadi heteroseksual 100%.

Jadi jika ada statement yang mengatakan bahwa homoseksualitas adalah “takdir” Tuhan, kiranya hal tersebut layak dipertanyakan.

Lagipula jika homoseksual merupakan “takdir” Tuhan, lalu kenapa Tuhan hanya menciptakan dua bentuk alat kelamin, padahal menciptakan makhluk tanpa alat kelaminpun Tuhan mampu ?

Ingin menjadi heteroseksual ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s