Memilih Tempat Terapi ?

14/03/2007

Kebanyakan orang baru meminta bantuan profesional, saat problemnya telah mencapai puncak ketidak nyamanan ataupun jalan buntu ! Bahkan ada yang berfikir bahwa “bunuh diri” adalah solusi.

Pada situasi seseorang “hampir menyerah” biasanya yang bersangkutan sudah enggan untuk diajak berpikir (skala pikiran mendekati 0 sedang skala perasaan mendekati 100). Akibatnya yang bersangkutan menjadi sangat rentan terhadap “sugesti”.

Jika sugesti berupa ide bunuh diri (dari media cetak ataupun elektronik) maka ybs. berpotensi memiliki ide serupa.

Jika sugesti berupa “penerimaan diri” seperti pada kasus kasus kelainan orientasi seksual / homoseksual maka ybs berpotensi mengalami kelainan seksual permanen.

Keadaan tidak berdaya (powerless) ini juga menjadi rentan terhadap lembaga lembaga terapi yang tidak bertanggung jawab. Apalagi jika Anda sampai pada tahap “Apapun akan saya lakukan, yang penting sembuh !”

Pada tahap inilah Anda harus berhati hati terhadap segala bentuk penawaran terapi.

Mengapa demikian ?

Jika terapi yang ditawarkan berupa penawaran kesembuhan, namun harus melalui ritual ritual tertentu, maka ybs. menjadi berpotensi kearah sirik, sedang jika terapi disalah-gunakan untuk pemaksaan agama akan berpotensi kearah pemurtadan.

Atau jika sedang dalam proses terapi, cukup Anda niatkan untuk “menolak” segala macam bentuk penyalah gunaan terapi !, sugesti negatif otomatis tidak bekerja.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s