Pemrograman Diri Karyawan ?

Sebuah perusahaan PMA bermaksud memberikan “treatment” Kecerdasan Emosi terhadap seorang karyawannya yang dipandang bermasalah. Karyawan tersebut diminta menghubungi S.E.R.V.O Clinic untuk mengikuti sesi pemrograman diri.

Karyawan tersebut telah memperoleh Surat Peringatan ke 2 dan sebagai solusi perusahaan memfasilitasi paket pemrograman diri kepada yang bersangkutan.

Sejak awal sudah terlihat keengganan yang bersangkutan untuk menghubungi S.E.R.V.O Clinic. Hal tersebut diindikasikan dari terjadinya beberapa kali pembatalan waktu “tatap muka” yang disepakati.

Pihak S.E.R.V.O telah meminta kepada pihak Personalia agar sesi pemrograman diri tidak dipaksakan karena dapat menjadi kontraproduktif terhadap hasil pemrograman diri.

Analisa Masalah : Sikap resisten tersebut kemungkinan karena :

1. yang bersangkutan merasa tidak memiliki masalah apapun
2. yang bersangkutan belum memiliki kebutuhan ataupun alasan untuk berubah
3. yang bersangkutan merasa “diintervensi” harga dirinya oleh pihak perusahaan
4. resiko PHK memang dikehendaki.

Solusi :

1. Pihak perusahaan menawarkan Paket Rehabilitasi ataupun Pemrograman Diri kepada karyawan yang memiliki hambatan psikis ataupun problem pribadi “hanya jika” karyawan tsb. membutuhkannya.

2. Paket tersebut dapat dimasukkan sebagai bagian dari fasilitas kesehatan karyawan.

3. Paket tersebut bersifat pilihan (optional) dan tidak terkait dengan pelangggaran apapun kecuali hal tersebut telah disepakati sejak awal kesepakatan kerja kedua belah pihak.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s