Kepedulian ?

Dalam mendeliver “produk” atau “jasa” bermutu, pengendalian ketidak sesuaian (non-conformity) “produk” jauh lebih mudah diantisipasi dibanding “jasa”.

Melalui in-process inspection, final ataupun outgoing inspection, “produk cacat” dapat dicegah sampai ketangan pelanggan. Hal tersebut berbeda dengan “jasa” yang keberterimaannya baru dapat diketahui saat jasa tersebut di konsumsi / di deliver ke pelanggan. Akibatnya tingkat kepuasan pelanggan “jasa” menjadi sangat ditentukan oleh “cara” respon spontan petugas ujung tombak.

Memang betul, dapat saja pengendalian mutu “jasa” diperoleh melalui “prosedur”, “insentif” ataupun “poin”. Namun keadaan dilapangan yang sangat dinamis, sulit diprediksi dan dalam rentang waktu yang pendek memerlukan penanganan pelanggan yang spontan pula. Disinilah tingkat “kecerdasan emosi” karyawan lini terdepan menjadi sangat menentukan. Senyum tulus yang spontan, sabar mendengarkan keluhan pelanggan, kehangatan yang spontan, kepedulian yang spontan, suka menolong yang spontan, solusi yang spontan, dsb.

Bagaimana agar perusahaan “jasa” dapat memiliki karyawan ujung tombak yang bersikap peduli kepada pelanggan ?

1. Dapat dilakukan melalui proses seleksi

2. Dilakukan pemrograman kecerdasan emosi karyawan secara berkala

3. Pengendalian prosedur mutu “jasa” difokuskan pada tahap in-process

4. Membangun semangat peduli pelanggan sebagai “life style” perusahaan

Apakah kecerdasan emosi karyawan ujung tombak Anda ingin ditingkatkan ?

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s