Obesitas ?

Ada dua bentuk pola makan yang maladaptif di kalangan orang orang yang menampilkan gejala obesitas. Yang pertama adalah binge eating (makan berlebih) dan yang kedua adalah night eating syndrome (sindroma makan di malam hari.

Gangguan makan berlebih adalah pola makan yang melibatkan distres yang menginduksi makan berlebih yang tidak diikuti dengan perilaku penyingkiran (purging).

Penelitian mutakhir difokuskan pada sekelompok individu yang mengalami distres yang nyata karena makan berlebih tetapi tidak terlibat perilaku kompensatoris ekstrem sehingga tidak dapat didiagnosis dengan bulimia (Castonguay, Eldredge dan Agras, 1995; Fairburn dan kawan kawan, 1998; Spitzer dan kawan kawan, 1991).

Para penderita gangguan makan berlebih (binge-eating disorder) memiliki kerisauan tertentu mengenai bentuk dan berat badannya seperti halnya para penderita bulimia dan anoreksia (Eldredge dan Agras, 1966; Fairburn dan kawan kawan, 1998; Willey, Schwartz, Spurrell dan Fairburn, 2000). Selain itu tampaknya 33% makan berlebih cenderung meningkatkan bad mood atau afek negatif.

Tetapi perlu dicatat bahwa hanya sebagian kecil pasien obesitas yaitu 7%-9% yang menunjukkan pola pola makan berlebih. Bila mereka menunjukkan gejala ini, penanganan untuk perilaku makan berlebihnya harus diintegrasikan dengan program penurunan berat badan.

Albert J. Stunkard mendeskripsikan sindroma makan di malam hari untuk pertama kalinya hampir 50 tahun yang lalu, sebagai sebuah pola makan yang terjadi pada waktu yang salah menurut jam tubuh. Mereka mengalami sindroma makan di malam hari menyantap makan ketiga atau lebihnya setiap hari setelah saat makan malam dan bangun paling tidak satu kali di tengah malam untuk menyantap kudapan berkalori tinggi. Tetapi di pagi hari, mereka tidak merasa lapar dan biasanya tidak sarapan.

Mereka juga tidak melakukan bingeing dan purging. Kudapan favoritnya adalah sandwich yang berisi selai kacang. Individu yang mengalaminya dalam keadaan terjaga penuh saat melakukan pola makan di malam harinya.

Sindroma makan di malam hari adalah target penanganan yang penting di semua program obesitas, yang dimaksudkan untuk mengatur ulang pola makan penderita sehingga mereka makan lebih banyak di siang hari pada saat energi mereka paling banyak dikeluarkan.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s