Hikmah ?

Suatu malam “Yunior” saya mencoba men-down load sebuah program yang diharapkan dapat membantu mempercepat akses internet, namun saat di restart ternyata komputernya melakukan restart kembali terus menerus.

Walaupun saya tidak marah, dari raut wajahnya terlihat rasa bersalah.

Keesokan harinya saat saya mengantarnya kesekolah saya bertanya kepada Yunior “Apa rencana Yunior untuk memperbaiki komputernya ?” Dari jawabannya dia terlihat ragu untuk menghubungi tempat service dan saat saya mengatakan : “Sebagai penghargaan karena Yunior “berniat baik” untuk mempercepat akses komputer dan “berani mencoba” sebuah program baru maka biar Papa yang akan menghubungi Pusat Service komputer.”

Seketika wajahnya berubah gembira dan meluncur dari mulutnya ucapan “terima kasih”.

Saya bersyukur tadi malam tidak “marah” sekalipun komputer tersebut sehari hari saya pakai untuk kerja. Pagi itu saya justru memperoleh “momen” yang sangat berharga untuk mendiskusikan banyak hal dengan Yunior antara lain :

1. Tidak semua hal selalu dalam keadaan “terkendali” atau berjalan lancar sesuai dengan yang kita inginkan. Sekalipun kita telah memastikan semua tahapan sudah sesuai dengan prosedur, tetapi hasil dapat saja tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Jika hal tersebut masih mungkin kita perbaiki, anggap saja sebagai cobaan dan untuk itu kita harus bersedia mengambil hikmah dan mengubah cara. Jika hal tersebut sudah tidak mungkin kita perbaiki, anggap saja sebagai musibah dan terima sebagai “resiko” zona yang tidak dapat kita kendalikan.

2. Dengan berani mencoba, kita jadi “tumbuh”. Kita jadi tahu cara meminta bantuan ahlinya (pusat service), kita jadi tahu alamat service center, kita jadi belajar berargumen dengan tehnisinya, kita jadi belajar men download dengan benar, kita jadi belajar tentang bagaimana mengelola “persoalan” dsb.

Memang mudah mengatakan “Saya lebih suka Yunior berani mencoba sekalipun salah” namun saat Yunior “belajar salah”, terkadang kita tidak siap menerimanya.

Kalaupun mau dinilai dengan uang, ternyata “momentum” pembelajaran jauh lebih mahal dari harga sebuah super komputer termahal sekalipun.

Dan sewaktu menghubungi Pusat Service, ternyata komputernya dapat dipulihkan hanya dengan dipandu melalui telepon. Alhamdulillah.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

4 pemikiran pada “Hikmah ?

  1. Malam pak Isywara, sedikit pertanyaan dari saya”

    Banyak orang mengatakan jalan hidup orang berbeda-beda” namun apa yang mendasari jalan hidup setiap orang bisa berbeda-beda”?

    Apakah pernyataan tersebut memang benar”? Dan apakah jalan tersebut dapat dirubah”?

    • Yang membuat berbeda adalah cara mereka merespon persoalan ataupun merencanakan masa depannya.

      Tetapi dapat dikelompokkan dalam 2 katergori utama yaitu mereka yang “menghadapi” dan yang “menghindari” persoalan.

      Apabila yang mereka pilih adalah hadapi berarti mereka memiliki peluang “tumbuh”, namun sebaliknya apabila yang dipilih adalah menghindar maka mereka akan semakin uzur.

      Siapapun tidak dapat mengubah jalan hidup kita (tidak orang tua, tidak atasan, tidak pasangan, tidak sahabat) kecuali diri kita sendiri yang mengijinkannya.

  2. Terima kasih pak Isywara atas jawabannya,

    Jadi setiap jalan yang kita pilih pastilah akan memiliki tipikal problem tertentu yang mesti kita hadapi ! Apakah demikian maksud bapak ?

    Satu kata yang yang pernah saya dengar dari berbagai sumber, referensi buku tentang ajaran mengenai “RENDAH HATI” untuk meraih sebuah gemilang kesuksesan !

    Namun disini yang saya tidak pahami adalah, apa yang menjadi makna “RENDAH HATI” tersebut? Bagaimana gambaran penerapannya dalam pribadi seseorang ? dan bagaimana cara penerapannya dalam diri kita ?

    Apakah rendah hati tersebut memiliki kaitan dengan sikap kebijaksanaan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s