Disemia ?

Kita semua pernah mengenal orang orang yang mempunyai “cacat” menjengkelkan karena tidak memiliki sopan santun pergaulan-orang yang agaknya tidak tahu kapan harus mengakhiri pembicaraan atau hubungan telepon dan yang terus menerus berbicara, tidak tanggap segala isyarat yang menyatakan bahwa seseorang sudah tidak ingin meneruskan percakapan.

Orang yang pembicaraannya hanya terpusat pada dirinya sendiri, tanpa menunjukkan minat sedikitpun pada orang lain dan yang mengabaikan upaya upaya untuk menarik perhatian pada pokok pembicaraan yang lain; orang yang campur tangan atau mengajukan pertanyaan pertanyaan “bernada ingin tahu”.

Penyimpangan penyimpangan dari alur pergaulan yang lumrah ini menggambarkan adanya kekurangan pada pilar pilar interaksi paling mendasar. Para ahli psikologi memberi istilah disemia (dari kata Yunani dys berarti “sulit” dan semes berarti “isyarat”) untuk ketidak mampuan belajar dalam wilayah pesan nonverbal.

Kurang lebih satu dari sepuluh anak memiliki satu atau lebih masalah dalam wilayah ini (Stephen Nowicki dan Marshall Duke).

Masalahnya dapat terletak pada ketidak pekaan akan wilayah ruang pribadi, sehingga seorang penderita sering kali berdiri terlampau dekat dengan lawan bicaranya atau menempatkan barang barang miliknya ke wilayah orang lain; ketidak mampuan dalam menafsirkan atau menggunakan bahasa tubuh; sering kali salah paham atau keliru memanfaatkan ekspresi wajah, misalnya gagal melakukan kontak mata atau ketidak pekaan akan prosodi yaitu nada emosional pembicaraan, sehingga mereka berbicara terlampau melengking atau terlampau datar.

Banyak penelitian dipusatkan untuk menemukan anak anak yang menunjukkan tanda tanda “cacat” sosial, anak anak yang kecanggungannya membuat mereka diabaikan atau ditolak oleh kawan kawannya. Selain anak anak yang ditolak karena kenakalannya, anak anak yang dijauhi kawan kawannya pasti menderita “cacat” dalam dasar dasar interaksi tatap muka, terutama aturan aturan tak tertulis yang mengatur hubungan antar pribadi.

Sumber : Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s