Cara Buruk Memotivasi ?

Kesulitan kesulitan emosional yang berlangsung dalam perkawinan juga terjadi di tempat kerja, dengan bentuk yang serupa.

Kritik diterima sebagai serangan pribadi bukan sebagai keluhan yang harus diatasi; ada juga tuduhan tuduhan ad hominem-bersifat prasangka dan ditujukan untuk menyerang karakter- yang bernada mencemooh, sarkasme dan menghina; keduanya akan menimbulkan sikap defensif dan mengelak dari tanggung jawab dan pada akhirnya, sikap menutup diri atau sikap bertahan yang pasif dan terasa menyakitkan yang timbul karena merasa diperlakukan tidak adil.

Salah satu bentuk kritik dekstruktif yang lazim terjadi di tempat kerja, menurut seorang konsultan bisnis adalah pernyataan pernyataan semacam : “Kau mengacaukannya”, yang disampaikan dengan nada kasar, sarkastis dan marah, tanpa memberi peluang untuk pembelaan atau saran bagaimana memperbaikinya.

Kritik semacam itu membuat orang yang terkena merasa marah dan tidak berdaya. Dari sudut pandang kecerdasan emosional, kritik semacam itu memperlihatkan ketidak pekaan akan perasaan yang dapat muncul pada orang orang yang terkena dan efek merusak yang ditimbulkan oleh perasaan perasaan tersebut terhadap motivasi, energi serta keyakinan dalam mengerjakan tugas.

Daya merusak ini dibuktikan dalam suatu survei terhadap para manajer yang diminta untuk mengingat kembali saat saat mereka memaki maki pegawainya dan ketika sedang panas panasnya, menyerang sisi pribadi (Robert Baron). Serangan bernada amarah ini akibatnya mirip dengan yang terjadi pada pasangan suami istri : karyawan yang diserang, pada umumnya menanggapi dengan sikap defensif, berdalih ini itu, atau menghindar dari tanggung jawab. Atau bersikap tidak mau tahu-yaitu mencoba menghindari semua kontak dengan manajer yang memaki makinya.

Seandainya mereka diamati di bawah mikroskop emosional seperti yang digunakan oleh John Gottman, untuk pasangan suami istri, karyawan yang sakit hati ini pasti memperlihatkan pola pikir sebagai korban tidak bersalah atau merasa berhak untuk mendongkol yang menjadi ciri khas suami atau istri yang merasa diserang secara tidak adil.

Sumber : Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s