Sikap Bermusuhan ?

Sebagian besar data tentang sikap bermusuhan itu berasal dari Dr. Redford Williams dari Duke University.

Contohnya, Williams menemukan bahwa dokter dokter yang dahulunya mempunyai skor tertinggi pada tes sikap bermusuhan semasa menjadi mahasiswa fakultas kedokteran ternyata tujuh kali lebih besar kemungkinannya meninggal pada usia lima puluh tahun bila dibandingkan dengan mereka yang skor permusuhannya rendah-mudah marah adalah alat prediksi terjadinya kematian pada usia muda yang lebih akurat daripada faktor faktor resiko lain seperti merokok, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Dan temuan seorang koleganya, Dr. John Barefoot dari University of North Carolina, memperlihatkanbahwa pada pasien jantung yang menjalani angiografi, yaitu dimasukkannya suatu tabung ke dalam nadi koroner untuk mengukur luka, skor tes sikap bermusuhannya berkaitan erat dengan sejauh mana dan seberapa parah penyakit arteri koronernya.

Tentu saja, tak seorangpun akan mengatakan bahwa amarah saja menimbulkan penyakit arteri koroner; amarah merupakan salah satu dari beberapa faktor yang saling mempengaruhi. Sebagaimana dikatakan kepada saya oleh Peter Kaufman, pejabat kepala Behavioral Medicine Branch of the National Heart, Lung and Blood Institute, “Sampai sekarang kita belum dapat memastikan apakah amarah dan sikap bermusuhan merupakan penyebab timbulnya penyakit arteri koroner awal atau hanya memperparah masalah begitu penyakit jantung menyerang atau kedua duanya.

Tetapi ambillah contoh seorang berumur dua puluh tahun yang sering kali marah marah. Setiap serangan amarah menumpukkan stres tambahan bagi jantung dengan meningkatkan laju denyut jantung serta tekanan darah. Apabila ini berulang terus menerus, hal tersebut akan bersifat merusak, “terutama karena golakan darah yang mengalir melalui arteri koroner bersama dengan detak jantung” dapat menimbulkan robekan robekan mikro pada pembuluh tersebut, yang merupakan tempat tumbuhnya plak.

Apabila jantung Anda berdenyut lebih cepat dan tekanan darah Anda lebih tinggi karena Anda biasa marah marah, maka selama waktu tiga puluh tahun hal tersebut barangkali menyebabkan timbunan plak menumpuk lebih cepat dan dengan demikian menjurus pada penyakit arteri koroner (Peter Kaufman).

Begitu penyakit jantung menyerang, mekanisme yang dipicu oleh amarah menghambat efisiensi jantung sebagai pompa darah, sebagaimana terbukti dalam studi mengenai kenangan amarah pada pasien penyakit jantung. Efek hambatan efisiensi ini adalah membuat amarah menjadi faktor mematikan, khususnya pada orang yang telah mengidap penyakit jantung.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s