Hubungan Stress dengan Penyakit ?

Dalam suatu tinjauan pada tahun 1993 dalam Archives of Internal Medicine akan penelitian mendalam tentang hubungan stres-penyakit, Bruce McEwen, seorang ahli psikologi dari Yale, mencatat adanya spektrum yang lebar dari efek hubungan tersebut:

Terganggunya fungsi kekebalan sampai ke titik yang dapat mempercepat penyebaran kanker; meningkatnya kerawanan terhadap infeksi virus; menghebatnya pembentukan plak yang dapat mengakibatkan aterosklerosis dan penggumpalan darah yang menjurus pada infarksi miokardial; dapat memacu timbulnya diabetes tipe I dan mempercepat diabetes tipe II; dan memperburuk atau memicu serangan asma (Bruce McEwen dan Eliot Stellar).

Stress juga dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan, memicu gejala gejala luka radang usus besar dan penyakit radang usus. Otak juga rawan terhadap efek efek stres jangka panjang yang berlangsung terus menerus, termasuk kerusakan hippocampus, sehingga ingatanpun jadi rusak.

Pada umumnya, kata Mc Ewen, “bukti bukti yang menyatakan bahwa sistem saraf dapat “aus dan rusak” akibat pengalaman yang menegangkan kini semakin menumpuk.

Bukti yang sangat meyakinkan akan pengaruh medis akibat stres berasal dari studi studi tentang penyakit menular seperti selesma, flu dan herpes. Setiap saat kita terpapar terhadap virus virus semacam itu, tetapi biasanya sistem kekebalan kita mengalahkannya-kecuali bila kita sedang di bawah stres emosional yang menyebabkan gagalnya pertahanan tersebut.

Dalam percobaan percobaan dimana kekuatan sistem kekebalan diuji langsung, stres dan kecemasan telah terbukti dapat melemahkannya, tetapi dalam sebagian besar hasil semacam itu tidak jelas apakah rentang melemahnya kekebalan itu signifikan secara klinis-maksudnya, cukup lebar sebagai pembuka jalan masuknya penyakit (Ronald Glaser dan Janice Kiecolt-Glaser).

Atas alasan tersebut, hubungan ilmiah yang lebih kuat antara stres dan kecemasan dengan kerawanan medis didasarkan pada studi studi prospektif; studi studi yang menyertakan orang orang sehat dan memantaunya begitu ada tanda tanda meningkatnya stres yang diikuti oleh merosotnya sistem kekebalan dan timbulnya penyakit.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s