Keterampilan Emosional ?

Ketika tim riset yang dipimpin oleh Carole Hooven dan John Gottman dari University of Washington melakukan mikro analisis mengenai interaksi pada pasangan suami istri tentang bagaimana pasangan itu mendidik anak anaknya, tim itu menemukan bahwa pasangan yang secara emosional lebih terampil dalam pernikahannya juga merupakan pasangan yang paling berhasil membantu anak anaknya menghadapi perubahan emosi (John Gottman).

Keluarga keluarga itu pertama kali diamati ketika salah seorang anak mereka baru berusia lima tahun dan sekali lagi diamati saat anak itu sudah mencapai usia sembilan tahun. Selain mengamati bagaimana kedua orang tua berbicara satu sama lain, tim riset itu juga mengamati keluarga keluarga sewaktu sang ayah atau sang ibu dalam keluarga itu mencoba memperlihatkan kepada anak mereka bagaimana mengoperasikan permainan video baru-suatu interaksi yang kelihatannya biasa biasa saja, tetapi sangat jelas memperlihatkan arus emosi yang mengalir antara orang tua dan anak.

Sejumlah ayah dan ibu suka memaksa, kehilangan kesabaran menghadapi ketidak mampuan anaknya, meninggikan suara dengan nada mencemooh atau putus asa, bahkan ada yang mencap anaknya “tolol”-pendek kata, menjadi mangsa kecenderungan kecenderungan yang sama kearah penghinaan dan kebencian yang menggerogoti kehidupan perkawinan.

Namun, orang tua lainnya bersikap sabar terhadap kesalahan yang dibuat anaknya, membantu anak mencoba permainan itu menurut caranya sendiri, bukannya memaksakan kehendak mereka.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s