Peduli Pasien ?

Dalam bisnis rumah sakit yang sedang menjamur, dimana pasien sering kali berkesempatan untuk memilih di antara sistem rancangan kesehatan yang bersaing, tingkat kepuasan tidak diragukan lagi merupakan salah satu pertimbangan penting dalam membuat keputusan yang amat pribadi ini-pengalaman pahit dapat membuat pasien lari ke tempat lain, sedangkan pengalaman menyenangkan akan mengikat kesetiaan pasien.

Pada akhirnya, etika medis dapat menuntut pendekatan semacam itu. Sebuah tajuk rencana di Journal of the American Medical Association, ketika mengomentari sebuah laporan yang mengetengahkan bahwa depresi meningkatkan kemungkinan kematian setelah pengobatan serangan jantung sebesar lima kali lipat, menulis :”Bukti nyata bahwa faktor psikologis seperti depresi dan isolasi sosial menjadi ciri pasien pasien penyakit jantung koroner dengan resiko paling tinggi, berarti tidaklah etis untuk tidak memulai mencoba menangani faktor faktor ini (Redford Williams dan Margaret Chesney).

Seandainya penemuan penemuan tentang emosi dan kesehatan itu mempunyai makna, maka maknanya adalah bahwa perawatan medis yang mengabaikan perasaan yang dialami orang sewaktu mereka berjuang melawan penyakit kronis atau penyakit berat tidaklah lagi memadai.

Inilah saatnya bagi ilmu kedokteran untuk lebih memanfaatkan secara metodis hubungan antara emosi dan kesehatan. Apa yang sekarang merupakan perkecualian biasa-dan seharusnya-menjadi bagian dari arus, agar ilmu kedokteran yang lebih peduli dapat diperoleh kita semua.

Setidak tidaknya sikap itu akan membuat ilmu kedokteran menjadi lebih manusiawi dan bagi orang orang tertentu, sikap teresebut dapat mempercepat proses penyembuhan.

“Belas kasih,” sebagaimana dikatakan oleh salah seorang pasien dalam surat terbuka kepada dokter bedahnya, “bukanlah sekedar berpegangan tangan. Belas kasih adalah obat yang manjur.” (A. Stanley Kramer).

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s