Tayangan Porno dan Dorongan Seksual ?

Kompas, Selasa, 5 Februari 2008 memuat artikel tentang dampak tayangan pornografi di televisi ternyata memancing hasrat melakukan tindakan seksual.

Penelitian di kota Palembang, Sumatera Selatan, 77 persen responden menyatakan terpancing hasratnya melakukan tindakan seksual setelah menyaksikan adegan pornografi. Di Semarang, Jawa Tengah sebanyak 63 persen responden.

Peneliti Senior dalam bidang Komunikasi dan Opini Publik Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Rusdi Muchtar MA, mengemukakan hal itu dalam perbincangannya dengan Kompas, Sabtu (2/2) di Jakarta.

Timbulnya kasus kasus seputar kehamilan tidak dikehendaki di kalangan remaja, kekerasan seksual, penyakit menular seksual pada remaja, bahkan aborsi tidak lepas dari dampak tayangan pornografi di televisi,”katanya. (Kompas, 5 Februari 2008, hal 13).

Sudah selayaknya, aturan kebebasan media massa khususnya televisi (yang sering mengatas namakan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi) tidak membebaskan pemilik tivi, rumah produksi, pekerja media dsb. dari tanggung jawab sosial untuk turut mencerdaskan masyarakat.

Sekalipun untuk itu mereka telah membayar pajak tetapi ongkos sosial dari kehilangan jati diri bangsa, moral hazard dan pembentukan budaya negatif tidak akan pernah mampu mereka bayar.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s