Pembuat Onar ?

Banyak hal dapat dipelajari mengenai akibat akibat seumur hidup pendidikan emosi yang tidak memadai-terutama perannya dalam membuat anak anak menjadi agresif-dari studi studi longitudinal (studi yang dilakukan selama bertahun tahun), seperti salah satu studi terhadap 870 anak dari New York bagian Utara yang dirunut sejak mereka berusia delapan tahun sampai berumur tiga puluh tahun. (L.R. Huesman, Leonard Eron dan Patty Warnicke-Yarmel).

Yang paling bandel di antara anak anak tersebut-yaitu mereka sering kali berkelahi dan yang terbiasa menggunakan kekerasan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan-sangat besar kemungkinannya putus sekolah dan pada umur tiga puluh tahun, mempunyai catatan tindak kejahatan dengan kekerasan.

Merekapun tampaknya menurunkan kecenderungan kejahatannya kepada anak anaknya; anak anak mereka di sekolah dasar menjadi tukang tukang pembuat onar seperti orang tua mereka. Ada suatu petunjuk bagaimana agresifitas diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan mengesampingkan setiap kecenderungan bawaan para pembuat onar itu, sebagai orang dewasa, bertindak dengan cara sedemikian rupa sehingga kehidupan rumah tangganya bagaikan sekolah kekerasan.

Sebagai anak anak, para pembuat onar itu memiliki orang tua yang mendidik mereka dengan kekerasan yang semena mena dan tidak henti hentinya; sebagai orang tua, merekapun mengulangi pola tersebut; ini berlaku bagi ayah atau ibu yang dimasa kanak kanak telah teridentifikasi sebagai pihak yang sangat agresif.

Gadis gadis kecil yang agresif akan menjadi ibu yang sewenang wenang dan mudah menghukum dengan kasar. Demikian juga anak laki laki yang agresif, mereka akan menjadi ayah yang galak. Dan meskipun mereka menghukum anak anaknya dengan sangat kejam, mereka tidak banyak menaruh minat pada kehidupan anak anaknya dalam segi segi lain, praktis selalu mengabaikan mereka.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s