Pelajaran Seumur Hidup ?

Apapun pola khusus pasien, pola itu tampaknya muncul dalam kebanyakan hubungan yang berarti bagi mereka, entah dengan teman hidup atau pacar, anak atau orang tua atau reka sejawat dan atasan atasan di tempat kerja.

Namun, selama berlangsungnya terapi jangka panjang tersebut (?) para pasien membuat dua jenis perubahan : reaksi emosional mereka terhadap peristiwa pemicu menjadi tidak begitu menyedihkan, bahkan menjadi tenang atau menyenangkan dan respon terbuka mereka menjadi lebih efektif untuk memperoleh apa yang betul betul mereka kehendaki dari hubungan tersebut.

Tetapi yang tidak berubah (?) adalah hasrat atau rasa takut mereka yang mendasari reaksi tersebut dan sentakan awal perasaan itu.

Pada saat pasien pasien itu tinggal menjalani beberapa sesi lagi dalam terapi, hubungan yang mereka kisahkan menunjukkan bahwa reaksi emosional negatif mereka berkurang separo dibandingkan ketika mereka mulai menjalani terapi untuk pertama kalinya; mereka juga berpeluang dua kali lipat untuk memperoleh respons positif yang sangat mereka harapkan dari orang lain. Tetapi yang sama sekali tidak berubah adalah kepekaan istimewa pada akar kebutuhan kebutuhan ini.

Berkenaan dengan otak, kita boleh menduga, sirkuit limbik itu akan mengirimkan sinyal sinyal tanda bahaya sebagai respons terhadap isyarat isyarat peristiwa yang ditakuti, tetapi korteks prefrontal dan wilayah wilayah yang terkait telah mempelajari suatu respons baru yang lebih sehat.

Pendek kata, pelajaran pelajaran emosi-bahkan kebiasaan kebiasaan yang tertanam paling dalam di lubuk hati yang dipelajari di masa kanak kanak-dapat dibentuk kembali.

Pelajaran emosi berlaku seumur hidup !

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s