Ambang Takut ?

Sebagian dari bukti Kagan berasal dari pengamatan terhadap kucing kucing yang tidak seperti lumrahnya, amat mudah takut.

Kurang lebih satu diantara tujuh ekor kucing rumah mempunyai pola takut yang sama dengan pola takut yang terdapat pada anak anak; kucing kucing itu menarik diri dari hal hal baru (bukannya memperlihatkan rasa ingin tahu yang konon ada pada kucing), enggan menjajaki wilayah baru dan hanya menyerang binatang binatang pengerat paling kecil, karena terlalu takut untuk menyerang tikus tikus yang lebih besar yang akan di kejar dengan penuh semangat oleh rekan rekan sesama kucing yang lebih berani.

Alat alat pelacak langsung ke otak telah menemukan bahwa bagian amigdala kucing kucing yang penakut ini sangat mudah dirangsang, terutama bila, misalnya, mendengar bunyi ancaman dari kucing lain.

Sikap takut kucing kucing itu mulai tumbuh kurang lebih pada umur satu bulan, saat amigdala mereka cukup matang untuk memegang kendali sirkuit otak untuk mendekat atau menjauhi. Kematangan otak satu bulan pada anak kucing setara dengan delapan bulan pada bayi manusia; pada usia delapan atau sembilan bulanlah, menurut pengamatan Kagan, rasa takut akan “orang asing” itu muncul pada bayi-apabila ibu si bayi meninggalkan ruangan dan ada seorang tak dikenal hadir, bayi itu akan menangis.

Anak anak yang penakut, menurut dugaan Kagan, barangkali secara kronis telah mewarisi kadar tinggi norepinefrin atau bahan bahan kimiawi otak lainnya yang mengaktifkan amigdala dan dengan demikian menimbulkan ambang gugahan yang rendah sehingga menyebabkan amigdala lebih mudah terpicu.

Salah satu tanda kepekaan yang dipertinggi ini adalah bahwa misalnya, bila remaja yang amat pemalu di masa kanak kanaknya diukur di laboratorium sementara mereka dipaparkan pada stres seperti bau bauan yang menyengat, laju detak jantung mereka meningkat dalam jangka waktu jauh lebih lama daripada rekan rekan sebaya mereka yang lebih mudah bergaul-isyarat bahwa gelombang norepinefrin membuat amigdala mereka tergugah dan melalui sirkuit saraf yang terkait, sistem saraf simpatik mereka ikut terbangkitkan (Iris R. Bell et al.).

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin bebas takut? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

 

Catatan : Karakter primer (bawaan lahir) berupa rasa takut ataupun berani bersifat tidak permanen dan dapat semakin menguat atau sebaliknya tergantung dari pola asuh, pengalaman, pendidikan, lingkungan, terapi dsb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s