Si Periang ?

Saya ingat, saya masih anak anak waktu berjumpa June untuk pertama kalinya.

June seorang perempuan tengah baya dengan semangat meluap luap, yang telah menjalani kehidupan yang menakjubkan. Belakangan ia menderita stroke yang membuat sebagian tubuhnya lumpuh; setelah melalui masa pemulihan yang sulit dan lambat, ia mampu berjalan lagi, tetapi agak timpang. Dalam tahun tahun itu saya ingat di ajak berjalan jalan oleh June, yang ketika itu usianya 70-an.

Entah bagaimana, June tersesat dan tak lama setelahnya saya mendengar teriakan lemah-June kesakitan minta tolong. Ia baru saja jatuh dan tidak dapat bangkit lagi sendiri. Saya bergegas menolongnya bangkit dan sewaktu saya melakukan itu, bukannya mengeluh atau bersedih, ia malah mentertawakan nasibnya itu. Satu satunya komentarnya adalah ucapan santai, “Yah, setidak tidaknya aku bisa berjalan lagi.”

Secara kodrati, tampaknya emosi orang orang tertentu, seperti emosi bibi saya, condong ke arah kutub yang positif; orang orang ini riang gembira dan mudah bergaul secara alami sementara orang orang lain masam dan murung. Dimensi temperamen ini-penuh semangat meluap luap di satu ujung, murung di ujung lainnya-agaknya berkaitan dengan kegiatan relatif wilayah prefrontal kanan dan kiri, kutub kutub atas otak emosional.

Pemahaman tersebut muncul terutama dari karya Richard Davidson, seorang ahli psikologi dari University of Wisconsin. Ia menemukan bahwa orang yang mempunyai kegiatan yang lebih besar pada lobus frontal kirinya-dibandingkan dengan sebelah kanannya-mempunyai temperamen riang gembira, biasanya mereka menyukai orang lain dan apa yang disajikan oleh kehidupan kepada mereka; mereka bisa bangkit dari kegagalan seperti yang dilakukan oleh bibi June saya itu.

Tetapi orang orang yang kegiatan sisi kanannya relatif lebih besar akan cenderung ke arah negatif dan suasana hati yang muram, serta mudah terganggu oleh kesulitan kesulitan hidup; dalam arti tertentu, tampaknya mereka menderita karena tak mampu melenyapkan kecemasan dan depresi mereka.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s