Harga Moderenisasi ?

Bila dilihat secara terpisah, bukanlah masalah yang membuat dahi berkernyit, tetapi bila dilihat sebagai kelompok, masalah tersebut merupakan barometer suatu perubahan besar, racun jenis baru yang merasuki dan meracuni pengalaman masa kanak kanak, menandakan adanya cacat berat dalam keterampilan emosional.

Kemerosotan emosi ini agaknya merupakan harga universal kehidupan modern yang harus di bayar anak anak. Meskipun orang Amerika sering mengeluh bahwa masalah mereka jauh lebih buruk dibandingkan masalah yang dihadapi budaya lain di dunia, penelitian di seluruh dunia menemukan bahwa laju tersebut sama atau lebih buruk dibandingkan dengan yang di Amerika Serikat.

Misalnya, pada tahun 1980-an guru dan orang tua di Belanda, Cina dan Jerman menilai bahwa anak anak mereka berada kurang lebih pada tingkat masalah yang sama seperti yang ditemukan pada anak anak Amerika dalam tahun 1976. Dan sejumlah negara mempunyai anak anak yang lebih buruk keadaannya daripada di Amerika Serikat sekarang ini, termasuk Australia, Prancis dan Thailand.

Namun, barangkali ini tidak akan terus berlaku untuk jangka panjang. Kekuatan yang lebih besar yang mendorong spiral kemerosotan keterampilan emosional tampaknya semakin cepat di Amerika Serikat bila dibandingkan dengan banyak negara maju lainnya ((Englewood, NJ: Lawrence Erlbaum, 1992).

Tak ada anak anak, kaya maupun miskin, luput dari resiko ini; masalah masalah ini bersifat universal, terjadi dalam setiap kelompok etnis, ras dan pendapatan. Dengan demikian, meskipun anak anak keluarga miskin mempunyai catatan paling buruk dalam indeks keterampilan emosional, laju kemerosotan mereka selama berpuluh puluh tahun tidaklah lebih buruk daripada anak anak keluarga kelas menengah atau anak anak keluarga kaya: semuanya memperlihatkan penurunan mantap yang sama.

Pada ketiga golongan tersebut, terdapat pula peningkatan jumlah anak anak yang memperoleh bantuan psikologis sebanyak tiga kali lipat (barangkali pertanda baik, menandakan bahwa bantuan lebih banyak tersedia) dan juga hampir berlipat duanya jumlah anak anak yang mempunyai masalah emosional cukup besar sehingga seharusnya mendapatkan bantuan psikologis semacam itu, tetapi tidak memperolehnya (suatu pertanda buruk)- dari kurang lebih 9 persen dalam tahun 1976 menjadi 18 persen dalam tahun 1989.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s