Anak Pengasuh dan TV ?

Urie Bronfenbrenner, ahli psikologi perkembangan terkemuka dari Cornell University yang melakukan perbandingan internasional terhadap kesejahteraan anak anak berkata:” Dengan tiadanya sistem pendukung yang baik, tekanan dari luar menjadi begitu besar sehingga bahkan keluarga keluarga yang kuatpun akan hancur berantakan.

Kesibukan hebat, ketidak mantapan dan tidak aktifnya kehidupan keluarga sehari hari telah meluas di semua sisi masyarakat kita, termasuk yang berpendidikan tinggi dan yang kaya.

Yang dipertaruhkan tak lain adalah angkatan berikutnya, terutama kaum pria, yang sewaktu tumbuh menjadi dewasa sangat rawan terhadap kekuatan merusak semacam, misalnya efek menghancurkan dari perceraian, kemiskinan dan pengangguran. Keadaan anak anak dan keluarga keluarga Amerika sungguh menyedihkan. Kita sedang merampas karakter moral dan keterampilan berjuta juta anak (Urie Bronfenbrenner).

Ini bukan hanya fenomena Amerika, melainkan fenomena global-persaingan di seluruh dunia untuk menurunkan upah pekerja menciptakan kekuatan ekonomi yang menekan keluarga. Inilah zaman ketika keluarga mendapat tekanan ekonomi, yang menyebabkan kedua orang tua harus menjalani jam jam kerja yang panjang, meninggalkan anak di rumah dengan mainan atau di “asuh” oleh televisi; zaman ketika lebih banyak anak tumbuh dewasa dalam kemiskinan; zaman ketika keluarga dengan orang tua tunggal menjadi semakin lazim di mana mana; zaman ketika lebih banyak bayi dan anak kecil ditinggalkan di tempat penitipan anak yang sangat buruk pengelolaannya, sehingga sama saja dengan penyia nyiaan anak.

Ini semuanya berarti, bahkan bagi orang tua yang berniat baik, terjadi penurunan pada komunikasi-komunikasi ringan antara orang tua dan anak, yang tak ternilai dan tak terbilang banyaknya, yang seharusnya memupuk keterampilan emosional anak. Bila keluarga tidak lagi berfungsi dengan baik untuk meletakkan anak kita pada landasan yang kuat bagi kehidupan, apakah yang dapat kita perbuat ?

Tinjauan yang lebih seksama terhadap mekanika masalah tersebut di atas menemukan bahwa cacat tertentu dalam keterampilan emosional atau sosial akan meletakkan dasar bagi kesulitan kesulitan yang berat-dan bahwa pencegahan dan perbaikan yang terarah baik dapat menjaga anak tetap berada pada jalurnya.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s