Meninjau Ulang Peran Sekolah ?

Ketika kehidupan keluarga bagi semakin banyak anak bukan lagi merupakan landasan kokoh dalam kehidupan, sekolah tersisa sebagai salah satu tempat di mana masyarakat dapat menoleh mencari pembetulan terhadap cacat anak di bidang keterampilan emosional dan pergaulan.

Ini bukan berarti hanya sekolah yang dapat menggantikan semua lembaga sosial yang seringkali berada dalam ambang keruntuhan. Tetapi karena praktis setiap anak masuk sekolah (sekurang kurangnya pada awalnya), di sekolahlah anak dapat diberi pelajaran dasar untuk hidup yang barangkali tak pernah akan mereka dapatkan dengan cara lain.

Keterampilan emosional menyiratkan lebih diperluasnya lagi tugas sekolah, dengan memikul tanggung jawab atas kegagalan keluarga dalam mensosialisasikan anak. Tugas yang maha berat ini membutuhkan dua perubahan penting : guru harus melangkah melampaui tugas tradisional mereka dan masyarakat harus lebih terlibat dengan sekolah.

Ada atau tidak adanya kelas yang secara tegas dikhususkan bagi keterampilan emosional barangkali tidak begitu penting dibandingkan dengan bagaimana mengajarkan pelajaran tersebut. Barangkali tak ada mata pelajaran di mana mutu seorang guru menjadi sangat penting, karena cara seorang guru menangani kelasnya sendiri sudah bisa merupakan contoh, pelajaran de facto di bidang keterampilan emosional-atau tiadanya keterampilan di bidang tersebut.

Setiap kali guru menjawab seorang murid, dua puluh atau tiga puluh murid lainnya akan ikut menerima pelajaran.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s