Seni Demokrasi ?

Mampu mengesampingkan fokus dan dorongan hati yang berpusat pada diri sendiri mempunyai manfaat sosial: tindakan itu membuka jalan bagi empati, untuk mendengarkan dengan sungguh sungguh, untuk menerima sudut pandang orang lain.

Empati, sebagaimana telah kita lihat, menjurus pada kepedulian, mementingkan orang lain dan belas kasih. Melihat segala sesuatu dari titik pandang orang lain memecahkan anggapan umum yang melenceng dan dengan demikian menimbulkan toleransi dan kemampuan menerima perbedaan.

Kemampuan ini semakin dibutuhkan dalam masyarakat kita yang makin beraneka ragam, sehingga memungkinkan orang untuk hidup bersama sama dengan saling menghormati dan menciptakan kemungkinan pembahasan umum secara produktif. Inilah seni dasar demokrasi (Francis Moore Lappe dan Paul Martin DuBois).

Sekolah, menurut Etzioni, berperan sentral dalam membina karakter dengan menanamkan disiplin diri dan empati yang pada gilirannya memungkinkan keterlibatan tulus terhadap nilai peradaban dan moral (Amitai Etzioni et al.).

Dengan berbuat begitu, tidaklah cukup menceramahi anak dengan nilai nilai: mereka perlu mempraktekkannya. Hal itu terjadi sewaktu anak membina keterampilan emosional bergandengan tangan dengan pendidikan karakter, demi pertumbuhan moral dan demi warga masyarakat.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s