Kontrol yang Berlebihan ? #2

Anda mungkin berpikir, Baik, ini kelihatannya masuk akal; orang tua Bill hanya berharap anak anak mereka terlibat dalam aktivitas aktivitas keluarga yang mereka pikir penting. Namun demikian, kebanyakan remaja merasa membutuhkan kebebasan yang lebih besar dan mulai menjauh dari keluarga.

Bukannya memahami kebutuhan Bill dan memberinya sedikit keleluasaan-bagaimanapun juga, ia sering kali dengan rela melakukan apa yang mereka harapkan-ayahnya tidak mau mentolerir sedikit variasi. Bill akhirnya merasa bahwa cara pandangnya tidak dianggap dan ini membuatnya marah.

Karena tidak mampu menyangsikan otoritas ayahnya, ia hanya memiliki dua pilihan: ia bisa menyerah atau mencari jalan lain untuk protes.

Tidak mengherankan jika Bill memilih yang terakhir. Ia mulai melewati batas jam malamnya dan menghilang pada acara acara istimewa yang dijadwalkan. Walaupun ia jarang berselisih paham secara langsung dengan ayahnya, ia tetap bersikap tak patuh.

Apapun hukuman yang dijatuhkan ayahnya, Bill akan melawan. Ia telah memilih cara yang tidak sehat untuk menegaskan kebebasannya. Orang tua Bill tidak bersedia menyerahkan kontrol dan Bill tidak dapat mentolerir batasan batasan mereka. Tarik ulur itu berlangsung terus hingga orang tuanya mencari bantuan.

Orang tua yang memilih kontrol yang ketat mungkin mendapati hal ini sulit dengan anak anak yang secara rutin menguji kesabaran mereka, tampaknya membuat orang tua mereka terlihat buruk dengan perilaku mereka yang menjengkelkan, merengek rengek dan tidak patuh.

Orang tua yang bermaksud baik mungkin shock mendapat diri mereka berteriak, mengancam dan menjatuhkan hukuman. Sianak merasa di cari cari kesalahannya dan merasa benci; orang tua merasa frustrasi, tak berdaya dan kecapaian.

Mereka berharap paksaan akan membuat si anak patuh. Tetapi anak anak biasanya memberontak terhadap pendekatan yang terlalu mengontrol ini dan siklus pemberontakan yang diikuti dengan kontrol terus berlangsung.

(Dan anak anak yang mengalah pada orang tua yang terlalu suka mengatur ini mungkin mendapati diri mereka berada dalam kesulitan di kemudian hari, saat mereka berlaku konyol, memberontak di usia dewasa mereka atau saat mereka tidak mampu membela diri sendiri).

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s