Memberikan Penjelasan ?

Para remaja menginginkan alasan atas peraturan peraturan di mana mereka dituntut untuk menaatinya (Kita semua begitu, bukan ?)

Anda tidak harus minta maaf atas batasan batasan yang Anda tetapkan, tetapi ada gunanya jika Anda membiarkan anak anak Anda tahu alasannya.

Jika mereka menantang Anda, biarkan mereka bicara sebelum Anda memutuskan. Dengan cara demikian Anda sedang membuka kemungkinan terjalinnya dialog di masa datang. Saya selalu menasihati orang tua agar membuat anak anak mereka bicara saat terjadi perselisihan, untuk mencegah tindakan impulsif yang mungkin akan disesali oleh anak maupun orang tua.

Misalnya: ini hari jumat malam dan putra Anda yang berumur empat belas tahun baru saja memberi tahu Anda bahwa ia akan pergi bersama teman temannya yang tinggal beberapa blok jauhnya.

Saat Anda menanyakan kemana ia pergi, ia bilang bahwa ia hanya “mejeng saja, mungkin di hutan di belakang pusat perbelanjaan.” Area hutan itu gelap dan ada gosip yang mengatakan bahwa anak anak lebih tua yang suka nongkrong di sana pada malam hari minum dan terlibat dalam perkelahian.

Untuk mengungkapkan keberatan Anda pada rencana ini, mungkin Anda mengatakan sesuatu seperti,”Kau tahu Sean, kami tahu bahwa lingkungan sekitar ini memang agak membosankan di malam hari dan bahwa tidak ada tempat yang bisa dikunjungi. Tetapi kami tidak ingin kau berkeliaran di hutan. Ayah/Ibu tidak tahu apakah cerita cerita itu benar, tetapi kedengarannya kau mungkin akan berhadapan dengan masalah.

Di siang hari memang cukup aman, tetapi buka ide yang bagus jika nongkrong di sana pada malam hari. Kami tidak dapat mengizinkan kau pergi jika memang ini rencana kalian. Mengapa kau tidak menelepon Frank dan John saja dan mencari cara lain untuk melewatkan hari Jumat malam, seperti pergi nonton atau ke komplek olah raga di Route 6 atau pergi keluar untuk makan pizza ?

JIka kau bisa mengajukan rencana yang lebih baik, kau boleh pergi bersama mereka. Dan kami dengn senang hati akan mengantarkan kalian ke manapun kalian ingin pergi.”

Dalam situasi ini, orang tua Sean mengambil sikap yang jelas mengenai situasi yang tidak mereka sukai, tetapi mereka tidak bersikap kasar dan logis. Mereka mengakui perasaan putra mereka (kebosanan) dan memberinya alasan yang kuat mengapa rencananya itu tidak aman.

Mereka menunjukkan keprihatinan mereka terhadap situasi itu bukannya pada ketidak mampuan putra mereka untuk menjaga diri. Ini mengurangi kemungkinan terjadinya argumen karena mereka tidak mengkritik dirinya. Dan selanjutnya, mereka menawarkan alternatif lain dan berjanji untuk menyediakan transportasi dan dengan demikian mengakhiri percakapan dengan nada yang positif.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s