Sabar ?

Hal terberat yang dirasakan seseorang saat menghadapi sebuah persoalan adalah kita tidak tau apa penyebab dari persoalan, kita tidak tau apa yang harus kita lakukan dan kita tidak tau sampai kapan persoalan tersebut akan terus berlangsung.

Sering dalam menghadapi suatu persoalan seseorang tergoda untuk menyerah. Hal tersebut disebabkan oleh adanya batasan waktu psikologis yang ditetapkan oleh diri sendiri ataupun orang lain (orang tua / guru) dalam bentuk harapan “tersembunyi” ataupun terang terangan agar kita segera dapat mengatasi persoalan, sehingga membuat seseorang mengalami ketegangan berlebih, menimbulkan kelelahan emosional dan timbul dorongan untuk “menyerah”.

Padahal dalam proses “belajar” mengatasi persoalan justru tidak boleh diberi batas waktu, melainkan nikmati prosesnya sampai kita menemukan “cara” yang tepat dalam mengatasi persoalan, persis seperti saat seorang bayi sedang belajar berjalan. Ada yang menyebutnya sampai kita mengalami “KLIK” emosional antara persoalan dan jawabannya.

Dengan demikian tidak ada rasa takut gagal, takut salah dan takut takut lainnya. Yang ada justru perasaan tertantang untuk segera bisa “berjalan” bahkan “berlari” seperti orang lain. Kalaupun sesekali terjatuh dan timbul rasa sakit, hal tersebut menjadi tidak berarti dibanding dengan kegembiraan saat kita berhasil mendapatkan yang kita inginkan.

Kapan diperlukan sikap sabar dalam menghadapi sebuah persoalan ?

Sikap sabar diperlukan terutama pada semua peristiwa yang masih dapat diubah atau diperbaiki atau biasa disebut dengan cobaan. Misal : memperbaiki nilai ujian, menguasai sebuah keterampilan, meningkatkan penghasilan, memperbaiki hubungan sosial, menjaga kesehatan dsb.

Untuk bersabar, kita hanya perlu mengambil pelajaran (baca: mengambil hikmah) atas peristiwa tersebut, mengubah “cara” mengatasinya dan ulangi terus siklusnya sampai hasil yang kita inginkan tercapai.

Sabar = Ambil Hikmah dan Ubah Cara !

Ingin sabar? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

2 pemikiran pada “Sabar ?

  1. Banyak orang sabar jadi stress dan stroke, hehehe…
    Semoga orang sabar itu, Ambil Hikmah dan Ubah Cara!, seperti saran dalam tulisan ini.
    Supaya orang sabar tidak stress dan stroke, mereka harus mentransformasikannya, menjadi semangat (hikmah), dan bekerja sesuai dengan kondisi dan situasinya (ubah cara), begitu maksudnya ya pak?!

    • Setuju, mengambil hikmah berbeda dengan menyesali nasib, mengubah cara berbeda dengan mengulur ulur waktu, mencari solusi berbeda dengan mengeluh atau dengan kata lain bersabar berbeda dengan putus asa.

      Bersabar tanpa mau mengambil hikmah dan tidak mau mengubah cara, hanya menyebabkan kita kembali tersesat pada lorong salah yang sama dengan lorong sebelumnya alias buang buang waktu.

      Merasa gagal, merasa salah, merasa malu tidak akan pernah merubah keadaan apapun kecuali justru semakin terpuruk, negatif dan uzur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s