Serakah ?

Perilaku serakah para eksekutif korporasi keuangan di duga sebagai pemicu kebangkrutan dan krisis global.

Mereka berlomba lomba menerbitkan produk produk finansial untuk dikucurkan pada sektor bisnis berisiko seperti sektor perumahan. Terlepas dari baik buruknya kualitas produk investasi yang mereka tawarkan, semakin tinggi omzet penjualan produk tersebut, semakin tinggi bonus yang mereka peroleh.

Perdana menteri Australia Kevin Rudd bahkan menuding sistem kapitalisme ekstrem di balik krisis keuangan global yang menggoyang dunia dan melahirkan kepanikan luar biasa pasar uang. “Faktanya, sistem pengelolaan perusahaan menopang keserakahan, tetapi mengabaikan integritas sistem keuangan. Kegagalan ini tidak saja terjadi pada perusahaan kecil, tetapi pada Wall Street, pilar sistem keuangan global,” katanya.

Perilaku tersebut telah lama disinyalir dalam sebuah hadist nabi Muhammad SAW, bahwa sikap tamak sulit dihentikan ibarat seseorang yang telah memiliki sebuah gunung emas maka terdorong ingin memiliki dua buah gunung emas. Demikian seterusnya dan tidak akan pernah berhenti sampai mulutnya di sumpal oleh tanah alias “mati”.

Barangkali hal itu pula yang dimaksudkan oleh agama, mengapa berjudi diharamkan, berspekulasi dalam bisnis di larang karena sama sekali tidak ada nilai tambah yang dihasilkan (ekonomi semu), kecuali ilusi. Hal tersebut berbeda dengan sektor riil yang sangat menekankan bahwa kita harus mau “berkeringat”, jika ingin lebih sejahtera.

Demikian pula dengan perintah berzakat bahwa didalam setiap penghasilan halal yang kita miliki, terdapat hak hak kaum miskin yang harus kita keluarkan.

Insya Allah hanya dengan berperilaku amanah dan tidak serakah, keseimbangan ekonomi dunia tumbuh dan terjaga.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Satu pemikiran pada “Serakah ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s