Sang Pembajak ?

Memang menyedihkan saat karya pribadi/nasional, di akui sebagai karya orang/negara lain, entah itu berupa produk tulisan, lagu ataupun produk budaya lainnya.

Namun di era jaman edan, berharap pihak lain mau mengerti ataupun menghargainya merupakan harapan yang “lemah”, kecuali kita sendiri yang aktif menjaganya atau mendaftarkan patennya. Sementara membiarkan diri merasa di zalimi tidak hanya membuang waktu dan tenaga, namun juga menguras enerji dan sumber daya.

Barangkali hikmah yang bisa diambil adalah mulailah dari sekarang “menggeser” diri dari pribadi yang suka mengeluh, menyalahkan orang lain menjadi pribadi yang sadar, proaktif, antisipatif, kreatif, profesional dsb.

Biarlah hal hal yang berada di luar zona kendali kita menjadi urusan yang berwenang seperti pemegang paten, pemerintah ataupun Tuhan, sedang semua hal yang sepenuhnya berada dalam zona kendali kita seperti “membanjiri” dunia dengan produk kreatif khas Indonesia, pendaftaran penemuan/paten baru, sikap profesional, melek hukum, marketing dsb. menjadi tugas kita.

Resep makanan / konsep restoran terkenal, dapat saja ditiru, tetapi “rasa” TIDAK, demikian pula dengan ide ataupun karya dapat saja di bajak, tapi “keunikan” TIDAK !

Lagi pula konsumen jaman sekarang, cukup cerdas kok untuk membedakan mana yang “The Trully Worldclass” dan mana yang imitasi.

Mari banjiri DUNIA dengan karya para Maestro Indonesia !

Ingin menjadi diri sendiri ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s