Mendengkur, Insomnia dan Sindrom Metabolik ? #1

Sebuah studi dalam jurnal Sleep edisi 1 Desember 2010 menemukan bahwa mendengkur keras dan dua gejala insomnia umum – sulit tidur dan tidur kurang nyenyak – masing-masing secara signifikan diperkirakan menimbulkan sindrom metabolisme. Studi ini menekankan pentingnya penyaringan keluhan tidur umum dalam praktek klinis rutin.

Hasil dari model regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa risiko timbulnya sindroma metabolik setelah lebih dari tiga-tahun periode lanjutan, dua kali lebih tinggi pada orang dewasa yang melaporkan sering mendengkur keras (odds ratio = 2,30).

Risiko ini juga meningkat sebesar 80 persen pada orang dewasa yang melaporkan mengalami kesulitan tidur (OR = 1,81) dan 70 persen pada mereka yang melaporkan bahwa tidur mereka kurang nyenyak (OR = 1,71).

Analisis lebih lanjut menemukan bahwa tidur kurang nyenyak berkurang menjadi signifikan marjinal dengan penyesuaian tambahan untuk mendengkur keras. Namun, ketika secara bersamaan masuk dalam model statistik, baik mendengkur keras dan sulit tidur tetap merupakan prediktor independen yang signifikan dari sindrom metabolik.

“Ini adalah studi prospektif pertama yang menunjukkan bahwa sebuah sajian yang lebih luas dari gejala tidur yang sering dilaporkan, termasuk insomnia dan gejala-gejala pernapasan pada gangguan tidur, memprediksi timbulnya sindrom metabolik, sebuah faktor risiko utama untuk penyakit jantung,” kata pemimpin penulis Wendy M Troxel, PhD, asisten profesor psikiatri dan psikologi di University of Pittsburgh di Pittsburgh, Pa. “Ini memang agak mengejutkan bahwa efek dari sulit tidur dan mendengkur keras, sebagian besar independen satu sama lain.”

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, sindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko terkait obesitas yang meningkatkan risiko individu terhadap penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Seseorang dengan setidaknya tiga dari lima faktor risiko dianggap memiliki sindrom metabolik: perut kelebihan lemak, trigliserida tinggi, rendah kolesterol HDL, tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi.

Sumber : http://sciencedaily.com/releases/101201095546.htm

Ingin bebas insomnia ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian-susah-tidur/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s