Menerima Kenyataan ?

23/07/2014

Berharap tim sepak-bola ataupun capres idola kita menang kompetisi adalah wajar karena hal tersebut mejadi alat untuk merepresentasikan diri dalam kehidupan sosial.

Di dalamnya terdapat harapan bahwa apa yang kita yakini melalui segenap pemikiran dan perasaan akan meraih hasil sesuai dengan yang kita harapkan.

Namun di sisi lain kita juga perlu menyadari bahwa ada hal hal yang tidak bisa kita kendalikan seperti pikiran orang lain, sistem, keberuntungan, keberpihakan, hasil dsb. sehingga sebaik apapun analisa kita, semantap apapun keyakinan kita tetap membuat “jagoan” kita memiliki peluang untuk menang atau kalah.

Lalu apakah kita harus merasa sakit hati atau terhina saat idola kita kalah, ataupun merasa euforia atau sombong saat idola kita menang, bahkan jika perlu kita putus hubungan dengan saudara atau teman yang berseberangan pilihan dengan kita ?

Bagaimana jika dengan memasukkan menang kalah sebagai resiko menjadi partisan justru membuat kita menjadi lebih bijak dan realistis dalam kehidupan.

Jadi letak persoalannya justru bukan pada soal menang kalahnya, melainkan lebih kepada apakah kita MENSIKAPI kemenangan dan kekalahan dengan cara yang tepat.

Ibarat orang sedang menimba ilmu, maka jika analisa kita benar maka kita mendapat dua pahala yaitu manfaat dan hikmah untuk menang dan jika analisa kita salah maka kitapun tetap mendapat satu pahala yaitu hikmah untuk tidak mengulangi kekalahan.

Ingin merasa Plong ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s