Apakah Long Covid Bisa Sembuh?

Long covid adalah kondisi dimana seorang penyintas Covid-19 masih merasakan gejala sakit berkepanjangan, meski oleh dokter telah dinyatakan sembuh dan hasil laboratorium menunjukkan normal.

Menurut The Pharmacy Times, 87,4 persen dari penyintas Covid-19, setidaknya masih mengalami satu gejala seperti kelelahan atau sesak nafas. Hanya 12,6 persen penyintas corona yang benar benar terbebas dari gejala apapun, sementara 44,1 persen penyintas corona dilaporkan mengalami penurunan kualitas hidup.

Selain mengalami keluhan fisik seperti mudah lelah, batuk, nyeri dada, sesak nafas, kesemutan, lemah otot, nyeri sendi, telinga berdenging, gatal, muncul ruam, diare, hilang nafsu makan, sakit tenggorokan, gangguan penciuman, rambut rontok, gangguan keseimbangan, penyintas corona banyak yang mengalami gangguan emosional seperti gangguan kecemasan, depresi, kesulitan berfikir, sulit fokus, gangguan memori, mudah pusing, susah tidur, perubahan suasana hati, berdebar, sesak nafas, takut mati.

Meskipun sama sama mengalami proses isolasi fisik ataupun pembatasan sosial, intimidasi pakaian “astronot” petugas kesehatan, penggunaan masker secara rutin, jumlah obat ataupun vitamin yang harus diminum, paparan berita negatif yang bertubi tubi, adanya perbedaan kondisi sebelum terpapar virus (baca: komorbid) dan cara masing individu dalam mensikapi sumber stress (baca: Covid-19) berdampak pada kecepatan proses pemulihan penyintas.

Adapun faktor faktor yang berperan pada kecepatan proses pemulihan psikologis penyintas Covid-19 meliputi:

  1. Ada tidaknya trauma psikologis dimasa lalu dimana paparan Covid-19 menjadi pemicu aktifnya kembali kecemasan kronis yang sebelumnya terkendali. Untuk ini selain sembuh secara fisik, tentukan diri Anda juga terbebas dari trauma psikis di masa lalu
  2. Keyakinan bahwa yang dapat menyembuhkan diri Anda hanyalah Allah SWT serta kesediaan Anda untuk mengikuti saran perawatan dari profesional kesehatan.
  3. Dengan atau tanpa dukungan keluarga, biarkan inisiatif dan kemandirian Anda bekerja secara otomatis dan menempatkan diri Anda diposisi berguna bagi keluarga atau paling tidak bagi diri sendiri.
  4. Tidak cukup hanya berfikir positif, melainkan izinkan diri Anda selalu merasa positif.

Jadi meskipun menurut dokter telah terjadi penurunan kualitas fisik pasca Covid-19, misal berkurang 2 persen dari kondisi sebelumnya, pastikan efektifitas dan utilisasi tubuh Anda tetap dalam kondisi maksimal, bukan hanya terpakai kurang dari setengahnya akibat stress pasca Covid-19.

Ingin bebas dari long Covid? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s