Kerugian Medis Akibat Depresi ?

Ia didiagnosis menderita kanker payudara yang telah menyebar, sama seperti kanker ganas yang beberapa tahun sebelumnya dianggap telah lenyap setelah dilakukan pembedahan yang diduganya berhasil. Dokternya tidak mau memberi harapan adanya kesembuhan dan kemoterapi paling paling hanya memberikan sekedar perpanjangan hidup beberapa bulan lagi.Mudah dipahami mengapa wanita itu dilanda depresi-begitu depresinya ia, sehingga setiap kali mengunjungi ahli kankernya, sering kali tangisnya meledak. Setiap kali terjadi demikian, respons ahli kankernya adalah : memintanya segera meninggalkan ruang prakteknya.

Selain rasa sakit hati akibat dinginnya sikap si ahli kanker, adakah pengaruh secara medis dengan ketidak mauan si dokter menghadapi kesedihan terus menerus pasiennya ?

Pada saat suatu penyakit menjadi begitu ganas, tampaknya mustahil bila emosi akan berpengaruh cukup besar terhadap proses penyakit itu. Meskipun depresi wanita tadi pasti membuat bulan bulan terakhirnya amat suram, bukti medis bahwa kesedihan dapat mempengaruhi proses kanker sampai sekarang belum jelas (Seymour Reichlin).

Tetapi selain kanker, beberapa studi mengemukakan adanya efek depresi dalam banyak penyakit medis lainnya, terutama dalam memperburuk penyakit begitu penyakit itu terdeteksi. Bukti yang menumpuk menyatakan bahwa pasien penyakit berat yang dilanda depresi juga memerlukan perawatan untuk masalah depresinya.

Salah satu kesulitan mengobati depresi pada pasien medis adalah karena gejala gejalanya, termasuk hilangnya nafsu makan dan turunnya semangat hidup, dengan mudah disalah artikan sebagai tanda tanda penyakit lain, khususnya oleh dokter yang kurang terlatih melakukan diagnosis psikiatri.

Ketidak mampuan untuk mendiagnosis depresi itu justru dapat mempersulit masalah, sebab itu mengandung arti bahwa depresi si pasien-seperti pasien kanker payudara menangis terus tadi-tidak teramati dan tidak diobati. Dan kegagalan untuk mendiagnosis serta mengupayakan kesembuhan itu dapat memperbesar resiko kematian pada penderita penyakit berat.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s