Sulit Mema’afkan Diri?

Dalam proses bertumbuh, tidak ada manusia yang bisa langsung tumbuh sempurna, melainkan melalui proses penyempurnaan yang terus menerus.

Itu sebabnya kenapa seorang anak untuk mencapai tahap mampu berlari harus melalui tahapan pembelajaran mulai dari tengkurap, duduk, merangkak, belajar berdiri, berjalan dan akhirnya berlari.

Untuk melalui setiap tahapanpun, diperlukan waktu yang tidak sedikit, tenaga dan usaha yang keras, bahkan tidak jarang diselingi dengan jatuh bangun dan rasa sakit.

Satu hal yang menarik para bayi umumnya tidak terlalu peduli dengan berapa kali jumlah jatuh bangun ataupun rasa sakit yang dirasakan, melainkan fokus pada upaya menaklukkan tahapan bertumbuhnya.

Disinilah peran orang tua atau pengasuh menjadi sangat penting, khususnya menumbuhkan pengertian bahwa rasa sakit saat jatuh bukanlah hal buruk yang harus disesali, melainkan cuma sinyal untuk menyempurnakan cara duduk, cara berdiri, cara berjalan ataupun cara lari yang benar.

Begitu pula dengan tahapan seseorang untuk menjadi dewasa, berbuat keliru, berbuat salah ataupun khilaf adalah adalah tahapan alamiah yang harus dilalui semua orang sebelum akhirnya menjadi sempurna.

Jadi perilaku menyesali diri, menghukum diri apalagi sampai sulit memaafkan diri adalah sebuah perilaku yang menzalimi diri sendiri karena menutup peluang seseorang untuk bisa terus menyempurnakan dirinya.

Ingin mudah memaafkan diri sendiri? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

2 pemikiran pada “Sulit Mema’afkan Diri?

  1. Dear Sir,

    Saya kesulitan berdamai dengan diri saya sendiri.

    Sudah sekitar 7 bulan ini saya berusaha keras, tapi yg ada saya malah merasa semakin hari semakin melemah.

    Parahnya bisa dibilang saya hampir tidak bisa berhenti nangis dan menyesali diri selama berbulan2.

    Yang saya takutkan, ini mulai membuat saya kehilangan semangat untuk maju, seperti ‘Hidup segan mati tak mau’ :).

    Bisakah saya menemukan solusi lewat terapi ini ?

    • Mbak Fitri, yang baik.

      Jika tujuan Mbak Fitri mencari solusi, jawabannya bisa. Tetapi kalau mbak Fitri berharap orang lain yang harus memaklumi mbak Fitri, jawabannya tidak.

      Menyadari kesalahan tidak berarti harus menghukum diri sendiri, apalagi jika kesalahan tersebut disebabkan oleh ketidak tahuan ataupun ketidak berdayaan kita.

      Sulit memaafkan diri sendiri, biasanya disebabkan oleh pemahaman konsep diri yang salah. Dengan menemukan kembali konsep diri yang tepat, selain memecahkan problem saat ini, juga memudahkan mbak Fitri meraih tujuan hidup ke depan.

      Silahkan mbak Fitri membuka artikel Konsep Diri. Semoga membantu dan jika dirasa masih tetap sulit, silakan hubungi profesional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s